Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Pipa PDAM Terkena Alat Berrat, Warga Sapuran Wonososobo Krisis Air Bersih : Mandi di Sungai dan Ambil Air di Musala

Sigit Rahmanto • Senin, 21 Juli 2025 | 01:34 WIB
Warga Sudagaran Sapuran mengambil air dari musala setempat setelah air PDAM mati karena pipa terkena alat berat proyek drainase.
Warga Sudagaran Sapuran mengambil air dari musala setempat setelah air PDAM mati karena pipa terkena alat berat proyek drainase.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Krisis air bersih melanda warga di wilayah Kecamatan Sapuran dan sekitarnya. Sudah empat hari terakhir, keran rumah warga tak lagi mengalir air.

Penyebabnya, pipa utama milik Perumda Air Minum Tirta Aji Wonosobo jebol setelah terkena alat berat proyek pengerukan drainase di wilayah Siwaru, Kalikajar.

Gangguan distribusi air tak hanya dirasakan warga Sapuran, tetapi juga menjalar hingga Kalikajar dan sebagian Kertek. Di sejumlah wilayah, aliran air mati total.

“Kalau mau buat minum harus ambil di musala, Mas. Karena di sana masih ada toren air. Kalau mau mandi ya ke Sungai Mangir. Jaraknya lumayan jauh,” tutur Ari Sunandar, warga Sudagaran, Sapuran, Minggu (20/7/2025).

Untuk mendapatkan air bersih mereka menempuh jarak cukup jauh. Tak sedikit yang terpaksa membeli air galon tambahan, atau menumpang ke rumah kerabat di daerah yang alirannya masih normal.

Mereka berharap pihak terkait segera menyalurkan bantuan air bersih darurat sembari menunggu perbaikan pipa selesai.

“Kami mohon segera ada solusi. Mandi ke sungai lokasinya cukup jauh, anak-anak sekolah juga kasihan,” tambahnya. 

Kondisi ini bermula dari proyek pengerukan drainase di wilayah Kaliwaru, Kalikajar. Saat proses galian, pipa distribusi utama milik PDAM terkena backhoe, menyebabkan kerusakan cukup parah.

Direktur Teknik Perumda Tirta Aji, Edikus Heriance, membenarkan adanya kerusakan.

Menurutnya, hingga kini proses perbaikan masih berlangsung. “Masih dalam proses perbaikan dan pengawalan galian drainase di Kaliwaru. Penanganan kami sesuaikan dengan tingkat kerusakan yang ada di lapangan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Menurut laporan dari pihak pelaksana proyek, saat ini belum bisa mempercepat perbaikan karena masih ada pekerjaan lanjutan di lokasi. Targetnya, pengerjaan baru bisa rampung Rabu (23/7/2025).

“Belum bisa ditangani total. Soalnya masih ada lanjutan pengerjaan di Kaliwaru. Pipanya kena backhoe,” ungkapnya.

Hingga Minggu sore, belum ada langkah distribusi darurat air bersih ke rumah-rumah terdampak. Beberapa warga mengaku belum mendapat bantuan tandon air maupun suplai mobil tangki. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Edikus heriance #jebol #krisis air #Sapuran #Perumda Air Minum Tirta Aji Wonosobo