Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Perayaan Hari Jadi Ke 200, Warga Wonosobo Berharap Datangkan Artis Papan Atas, Anggaran Tak Mencukupi

Sigit Rahmanto • Sabtu, 19 Juli 2025 | 00:19 WIB
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo, Agus Wibowo.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo, Agus Wibowo.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Perayaan dua abad Kabupaten Wonosobo tak lepas dari sorotan publik.

Sebagian warganet menyuarakan kekecewaan karena tidak adanya kehadiran artis nasional papan atas semisal Sheila On 7 atau Dewa 19, seperti yang sempat diharapkan.

Kekecewaan itu memuncak lantaran sebelumnya Pemkab Wonosobo sempat membuka sesi voting di media sosial, yang dinilai menimbulkan ekspektasi akan tampilnya musisi-musisi ternama.

Namun, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo, Agus Wibowo, menegaskan bahwa apa yang ramai disebut voting itu bukanlah jajak pendapat resmi.

“Itu bukan voting, tapi upaya kami untuk menggali aspirasi masyarakat. Kami ingin tahu keinginan warga itu seperti apa,” jelas Agus saat dikonfirmasi belum lama ini. 

Menurutnya, keterbatasan anggaran menjadi alasan utama di balik absennya artis besar dalam panggung hiburan Hari Jadi tahun ini.

Dana yang tersedia hanya Rp 350 juta, setelah dipotong pajak menjadi Rp308 juta. Sementara, untuk mengundang Sheila On 7 saja, kata Agus, membutuhkan biaya hingga Rp 700 juta.

“Kalau Sheila minta Rp 700 juta, jelas kita belum mampu. Kalau anggaran kita segitu, ya kita hanya bisa maksimalkan itu. Kita pun ingin menghadirkan artis besar, tapi kembali lagi ke kemampuan,” tegasnya.

Meski begitu, Agus memastikan bahwa kehadiran sejumlah artis seperti Gildcoustic, Charly Van Houten, Camelia Putri, 3 Serigala, Richie, Seruni Bahar, Fiona Fachru Nisa, hingga The Prasetyo Squad, adalah hasil dari kerja sama dan jejaring luar daerah.

Bahkan, sebagian besar berasal dari jaringan manajemen artis Vicky Prasetyo.

“Untungnya dibantu Mas Vicky, ada yang masih satu manajemen dengan beliau. Jadi tujuh dari delapan artis yang tampil itu dibantu dari luar anggaran,” ungkapnya.

Agus mengakui, selera musik masyarakat memang beragam, dan tidak mudah memuaskan semua pihak. Namun, pihaknya tetap berupaya menyajikan hiburan terbaik dalam keterbatasan.

“Musik itu soal selera, pasti ada pro kontra. Tapi kami sudah berusaha maksimal memberikan hiburan rakyat,” ujarnya.

Rangkaian Hari Jadi ke 200 Wonosobo sendiri sudah dimulai sejak 3 Juli lalu. Selain konser musik, berbagai kegiatan digelar, mulai dari tradisi budaya, pameran ekonomi kerakyatan, hingga gelar budaya.

Agus berharap masyarakat bisa memahami situasi yang ada dan tetap merayakan Hari Jadi sebagai pesta kebersamaan. “Ini bukan semata konser artis besar.

Ini pesta rakyat, bentuk sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta. Kita ingin mewujudkan Wonosobo yang raharjo, sejahtera, adil, dan makmur,” tandasnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengukuhkan Wonosobo sebagai kota pariwisata dan budaya.

“Semoga peringatan ini jadi momentum memperkuat semangat gotong-royong demi masa depan Wonosobo,” pungkasnya. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#media sosial #voting #disparbud wonosobo #agus wibowo #Hari jadi ke 200 kabupaten wonosobo