Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Dinkes Wonosobo Gencarkan Skrining Kesehatan Masal di Seluruh Jenjang Sekolah

Sigit Rahmanto • Sabtu, 19 Juli 2025 | 00:03 WIB
Sekda One Andang Wardoyo berbincang dengan siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas yang menjalani skrining kesehatan, Senin (14/7/2025).
Sekda One Andang Wardoyo berbincang dengan siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas yang menjalani skrining kesehatan, Senin (14/7/2025).

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonosobo menggencarkan skrining kesehatan masal bagi peserta didik di seluruh jenjang pendidikan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun deteksi dini kesehatan sekaligus menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia sekolah.

Program ini dimulai serentak bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah, Senin (14/7/2025) dengan menyasar semua lembaga pendidikan formal mulai dari taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. S

ejumlah kampus seperti Unsiq dan STIKes Muhammadiyah juga turut masuk dalam sasaran.

Kepala Dinas Kesehatan Wonosobo, Jaelan menegaskan skrining ini tak sekadar formalitas tahunan.

Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, mulai dari kondisi gizi, tekanan darah, hingga kebugaran dan risiko penyakit menular.

“Ini bukan cek kesehatan biasa. Kita ingin punya data dasar kesehatan anak-anak.

Kalau ditemukan masalah, langsung diintervensi. Harapannya mereka sudah siap secara fisik dan perilaku saat masuk asrama atau kembali ke lingkungan sekolah,” tegasnya.

Setiap siswa akan menjalani serangkaian pemeriksaan yang disesuaikan dengan hasil skrining awal.

Pemeriksaan lanjut hanya dilakukan bagi yang memiliki risiko tertentu.

Misalnya jika siswa tidak terindikasi berisiko TBC, maka tidak perlu menjalani pengambilan dahak atau tes lanjutan.

Selain itu, siswa juga menjalani pengecekan kesehatan gigi, pendengaran, penglihatan, serta kebugaran fisik menggunakan metode rockport  test.

Pemeriksaan ini dilakukan dengan lari atau jalan cepat sejauh 1,6 kilometer untuk mengukur daya tahan tubuh.

Tak hanya deteksi, program ini juga disertai edukasi dan konseling langsung dari tenaga kesehatan.

Anak-anak yang terdeteksi mengalami gangguan, seperti skabies atau gigi bermasalah, langsung diberikan pengobatan di tempat.

“Konseling sangat penting. Kalau ketemu anak yang sudah merokok, kita beri edukasi bahaya rokok. Harapannya sebelum masuk asrama sudah ada perubahan perilaku,” terang Jalan.

Data Dinkes menunjukkan 30 persen anak usia 15 tahun di Wonosobo tercatat pernah merokok.

Kondisi ini menjadi perhatian serius karena sebagian besar siswa tinggal di asrama dengan aturan yang ketat.

Program ini juga disinergikan dengan sistem layanan kesehatan berbasis wilayah.

Siswa yang berasal dari luar daerah sekolah, misalnya dari Kaliwiro tapi tinggal di asrama wilayah Puskesmas Kejajar 1, akan diarahkan ke puskesmas terdekat untuk kemudahan layanan lanjutan.

Pemeriksaan masal ini ditargetkan selesai selama bulan Juli. Namun, jika belum rampung, Dinkes memastikan kegiatan dilanjutkan hingga Agustus.

Ke depan, program skrining ini juga disiapkan menjadi agenda rutin tahunan, bahkan bisa lebih sering jika ada arahan dari pusat.

“Minimal setahun sekali. Tapi kalau diminta lebih sering, seperti tiga bulan atau enam bulan sekali, kami siap,” tandasnya. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#dinas kesehatan #jaelan #Kabupaten Wonosobo #tbc #perilaku hidup bersih dan sehat #skrining kesehatan #dinkes