Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Gelar Budaya Kecamatan Leksono Wonosobo Dimeriahkan Pameran Produk UMKM dan Pentas Kesenian

Lis Retno Wibowo • Jumat, 11 Juli 2025 | 17:36 WIB
Gelar Budaya di Kecamatan Leksono dalam rangkaian Hari Jadi ke-200 pada Rabu (9/7/2025).
Gelar Budaya di Kecamatan Leksono dalam rangkaian Hari Jadi ke-200 pada Rabu (9/7/2025).

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Gelar Budaya dalam rangka peringatan Hari Jadi Ke 200 Kabupaten Wonosobo bukan sekadar seremonial tahunan. Tetapi menjadi simbol kuat sinergi antaramasyarakat dan pemerintah dalam menjaga budaya,persatuan, dan kemajuan daerah.

Hal itu ditekankan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat saat menghadiri Gelar Budaya di Kecamatan Leksono, Rabu (9/7/2025).

Kirab panji dan gelar budaya di seluruh kecamatan ini selain menjaga budaya dan tradisi, juga mempertegas semangat gotong-royong sebagai fondasi dalam membangun daerah menuju kesejahteraan yang merata.

Selain itu, tegas Afif, momentum hari jadi harus dimaknai sebagai titik temu seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat jati diri daerah, yang dalamnya terkandung nilai-nilai luhur warisan leluhur, simbol keberagaman, serta semangat kolaborasi yang terus dijaga oleh masyarakat Wonosobo dari generasi ke generasi.

“Kirab pusaka dan panji, yang melibatkan seluruh desa di Kecamatan Leksono maupun kecamatan lainnya, menjadisimbol nyata bahwa perayaan ini adalah milik masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat, membangun sinergi, dan memperkuat persatuan,” imbuh Afif.

Plt. Camat Leksono, Dwi Saraswati menyampaikan Gelar Budaya diawali dengan prosesi pasrah tampi panji lan pusaka praja dari forkopimca kepada Kepala Desa Besani dan Lurah Leksono.

“Panji dan pusaka ini kemudian dibawa oleh dua tim kirabyang berangkat dari dua arah berbeda. Mereka bertemu di Desa Sojokerto. Selanjutnya dikirab menuju kantor Kecamatan Leksono,” jelasnya.

Dwi menambahkan, gelaran ini tidak hanya fokus pada prosesi kirab, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Ia mengatakan kecamatan membuka ekspo UMKM dari desa-desa di wilayah Leksono, menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis, dan mengadakan kembul bujana, yakni makan bersama dengan sajian seperti tumpeng hasil partisipasi warga dan pihak-pihak terkait.

"Setelah prosesi kirab selesai, kami juga menyuguhkan berbagai penampilan kesenian tradisional yang ada di Leksono. Kegiatan ini berlangsung hingga malam hari sebagai bentuk nyata dari upaya pelestarian budaya daerah," tuturnya.

Saras menekankan tahun ini kirab budaya tidak hanya bersifat simbolis seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, panji dan pusaka benar-benar diarak keliling menyusuri seluruh wilayah Kecamatan Leksono, mencakupsatu kelurahan dan 13 desa.

“Kirab ini dimulai dari Kelurahan Leksono, melintasi seluruh desa, dan berakhir di Desa Sojokerto. Setelah itu, panji dan pusaka dikembalikan ke kantor kecamatan, untuk selanjutnya diserahkan kembali ke pemerintah kabupaten,” terangnya.

Ia berharap, sinergi antara pemerintah dan masyarakat yang terbangun melalui kegiatan ini dapat menjadi kekuatan bersama untuk terus memajukan Kabupaten Wonosobo.

Selain prosesi kirab, setiap kecamatan juga menampilkan kesenian tradisional serta menyelenggarakan ekspo UMKM dan bazar produk unggulan desa.

Ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya bisa berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi kerakyatan. (rls/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Ekspo UMKM #Kirab panji #gelar budaya #BUpati Wonosobo afif Nurhidayat #Hari jadi ke 200 kabupaten wonosobo #Kecamatan Leksono