RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Senyum haru terpancar dari wajah Khotijah, janda asal Desa Sendangsari, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo.
Di tengah keterbatasan ekonomi dan fisik yang lemah akibat sakit gula, ia melihat harapan baru bagi masa depan putrinya, Entri Ratnasari, untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat.
Kamis (3/7/2025) lalu, Khotijah tak kuasa menahan tangis saat menceritakan perjuangannya membesarkan dua anak setelah sang suami meninggal dunia.
Tinggal di rumah orang tua yang sudah lanjut usia, perempuan 46 tahun itu hanya bisa mengandalkan bantuan sosial seperti PKH dan sesekali menjual kue pesanan.
“Dulu sempat bingung, anak saya mau sekolah pakai apa. Tapi sekarang alhamdulillah, ada Sekolah Rakyat yang bantu orang seperti saya,” tuturnya dengan suara terbata.
Program Sekolah Rakyat memang menjadi angin segar bagi keluarga prasejahtera di kabupaten yang dijuduli Negeri di Atas Awan tersebut.
Tak hanya memberikan akses pendidikan gratis, tetapi juga sistem berasrama yang memfasilitasi kebutuhan hidup siswa selama belajar.
Entri Ratnasari, juga tak menyangka bisa kembali mengecap bangku sekolah. Siswa yang dikenal rajin ini sempat berniat menjadi asisten rumah tangga untuk membantu perekonomian keluarga. Namun kini, niat itu diurungkan.
“Saya nggak mau membebani ibu. Tapi karena ada Sekolah Rakyat, saya jadi semangat lagi belajar. Meskipun harus tinggal jauh dari rumah, saya senang sekali,” ujar Entri sambil tersenyum.
Ia berharap bisa belajar dengan giat dan kelak menjadi orang sukses agar bisa membalas perjuangan ibunya. “Mudah-mudahan saya bisa banggakan Ibu dan bantu orang lain juga nanti,” tambahnya.
Khotijah pun menyampaikan terima kasihnya kepada Presiden Prabowo atas program yang dinilainya sangat berpihak pada rakyat kecil.
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk memberikan akses pendidikan menengah dan keterampilan hidup bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Terutama di wilayah-wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Dengan sistem asrama dan pendekatan holistik, program ini diharapkan mampu mencetak generasi baru yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo