Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Banyukembar Masuk 10 Besar Desa Digital Nasional 2025 : Layanan Publik Serba Digital, UMKM hingga Posyandu Go Online

Sigit Rahmanto • Senin, 7 Juli 2025 | 21:35 WIB
Digitalisasi di Desa Banyukembar Kecamatan Watumalang Wonosobo memudahkan masyarakat mengakses lananan.
Digitalisasi di Desa Banyukembar Kecamatan Watumalang Wonosobo memudahkan masyarakat mengakses lananan.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kabupaten Wonosobo di kancah nasional.

Desa Banyukembar, Kecamatan Watumalang, masuk dalam 10 besar Lomba Desa Digital 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) Republik Indonesia.

Capaian ini merupakan hasil dari proses verifikasi lapangan yang ketat dan selektif.

Dengan indikator utama pada pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola pemerintahan desa, pelayanan publik, serta pemberdayaan masyarakat. Banyukembar dinilai unggul di antara ratusan desa peserta dari seluruh Indonesia.

Kepala Desa Banyukembar, Muslihatun, saat dikonfirmasi pada Senin (7/7/2025), mengungkapkan pencapaian ini merupakan hasil dari kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, semangat gotong royong dan tekad untuk menjadikan desa tidak tertinggal dalam hal digitalisasi menjadi kunci utama keberhasilan.

Alhamdulillah, ini kebanggaan sekaligus tanggung jawab. Kami di Banyukembar berkomitmen penuh untuk menjadikan teknologi sebagai alat mempercepat pelayanan dan mendekatkan pemerintah desa dengan masyarakat,” ujar Muslihatun. 

Ia menjelaskan, sejumlah layanan desa kini telah terintegrasi secara digital, mulai dari administrasi surat-menyurat, sistem informasi posyandu, perpustakaan digital, hingga kanal aduan masyarakat yang semuanya berbasis daring.

Selain itu, Banyukembar juga menyediakan fasilitas wifi gratis di lokasi-lokasi strategis seperti gedung olahraga dan perpustakaan desa.

“Kalau dulu warga harus datang ke balai desa, sekarang cukup lewat HP untuk mengurus surat. Kami juga membuka Lapak Desa digital untuk membantu UMKM lokal promosi dan berjualan lewat internet,” paparnya.

Muslihatun menambahkan, digitalisasi bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga membangun literasi dan kebiasaan baru. Karena itu, pihaknya terus melakukan pendampingan dan pelatihan kepada perangkat desa, kader posyandu, hingga pelaku UMKM agar bisa mengoperasikan sistem digital dengan baik.

 Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Wonosobo, Harti, mengapresiasi langkah Banyukembar yang dianggap menjadi contoh ideal transformasi digital tingkat desa.

“Desa Banyukembar membuktikan bahwa dengan pendampingan dan kemauan kuat dari pemerintah desa dan masyarakat, digitalisasi bukan hal mustahil. Ini hasil dari proses pembinaan yang terus kami dorong agar desa bisa naik kelas,” ungkap Harti.

Menurutnya, Dinsos PMD tidak hanya menargetkan pembangunan fisik desa, tapi juga mendorong terciptanya inovasi layanan publik yang responsif dan berbasis teknologi.

Masuknya Banyukembar dalam 10 besar juga mengangkat nama Wonosobo di antara daerah-daerah lain seperti Bandung, Karangasem, Soppeng, Aceh Besar, dan Batang Hari. Lomba Desa Digital menjadi salah satu upaya pemerintah pusat untuk mendorong desa-desa di Indonesia agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Dengan capaian ini, Banyukembar berharap desa bukan lagi sekadar entitas administratif, melainkan juga pusat inovasi dan perubahan sosial berbasis teknologi. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#harti #Dinsos PMD Kabupaten Wonosobo #desa banyukembar #lomba desa digital 2025 #kolaborasi #gotong royong