Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Banyak Sekolah Rusak Masih Difungsikan, Sekretaris Komisi D DPRD Wonosobo Hamdan : Panggil Dinas Pendidikan Bahas Sekolah Rusak

Sigit Rahmanto • Selasa, 3 Juni 2025 | 22:55 WIB
Jajaran Komisi D DPRD Kabupaten wonosobo meninjau sekolah rusak.
Jajaran Komisi D DPRD Kabupaten wonosobo meninjau sekolah rusak.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Tiga ruang kelas di SD Negeri 2 Besuki, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, dilaporkan mengalami kerusakan parah dan membahayakan keselamatan siswa.

Ironisnya, bangunan yang atapnya nyaris roboh dan dindingnya retak itu masih difungsikan untuk proses belajar mengajar.

Kepala SDN 2 Besuki, Basuki, saat dikonfirmasi Senin (2/6/2025) sore, mengatakan bahwa kerusakan paling parah terjadi pada struktur atap dan dinding bangunan.

"Kalau yang tiga ruang lokal ini sebenarnya sudah perlu renovasi atau bahkan pembangunan ulang, karena memang struktur atasnya sudah membahayakan.

Apalagi saat musim hujan kemarin-kemarin, saya sudah sering memperingatkan demi keselamatan anak-anak dalam proses pembelajaran," ujarnya.

Tiga ruang yang rusak itu diperkirakan dibangun lebih dari 20 tahun yang lalu, sekitar awal tahun 2021. Namun hingga kini terpaksa masih digunakan untuk kegiatan belajar siswa kelas 4, kelas 6, dan Taman Kanak-kanak (TK). 

“Sementara ini masih digunakan sebagai tempat belajar, cuma saat musim hujan kami ekstra hati-hati,” imbuhnya. 

Basuki juga menyebutkan beberapa titik di ruangan tersebut mengalami kerusakan seperti kebocoran dan tembok yang mulai retak.

Saat intensitas hujan tinggi, sekolah bahkan terpaksa memindahkan siswa ke ruang kelas lain demi keselamatan mereka. 

“Kalau hujan tidak terlalu lebat sih masih bisa diatasi. Tapi kalau deras dan membahayakan, ya kami pindahkan ke ruang lain,” jelasnya.

Ia berharap agar pemerintah dan dinas terkait segera mengambil langkah nyata. Terlebih, Basuki mengungkapkan bahwa tak jauh dari tiga bangunan tersebut, ada bangunan eks SMP satu atap yang berdiri dan sudah tidak difungsikan sebagai ruang belajar. Kondisi bangunan eks SMP Sayap juga tak kalah memprihatinkan. 

“Mohon untuk diperhatikan lagi, supaya segera diperbaiki. Bahkan kalau bisa, ada ruangan di bawah itu, yang dulunya bekas SMP, juga dibangun,” harapnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Wonosobo, Hamdan, datang bersama dengan Ketua Komisi D, Suwondo Yudhistiro dan anggotanya Agus Riyadi, Teguh Tejo Pramono, dan Ahmad Kahfi.

Mereka meninjau bangunan sekolah. Dikatakan Dinas Pendidikan akan dipanggil terkait hal itu. 

“Pertama kita akan melangkah dengan memanggil dinas terkait, yaitu Dinas Pendidikan, untuk duduk bersama membahas sekolah-sekolah yang rusak,” ujar Hamdan.

Menurutnya, sinkronisasi data menjadi hal penting dalam perbaikan infrastruktur pendidikan.

Ia menilai bahwa seringkali data kerusakan sekolah di lapangan tidak sesuai dengan yang tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Kadang-kadang ini tidak sinkron. Di Dapodik terlihat bagus, tapi kenyataannya rusak. Di Dapodik tertulis layak, tapi sebetulnya sudah tidak layak. Ini perlu ada pembaruan data,” tegasnya.

Hamdan juga mendorong adanya komunikasi aktif antara pihak sekolah dan pemerintah. “Koordinasi dan komunikasi itu penting. Komisi D DPRD bermitra langsung dengan Dinas Pendidikan, dan kami siap mendorong agar permasalahan ini segera ditangani,” pungkasnya. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#suwondo yudhistiro #sekolah rusak #Hamdan #SD Negeri 2 Besuki #roboh #Komisi D DPRD Kabupaten Wonosobo