RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Wonosobo mengunjungi SD Lebak Kecamatan Kaliwiro yang atap ruang kelasnya ambrol pada Senin (2/6/2025). DPRD mendesak untuk segera jadi prioritas perbaikan karena kondisinya rusak parah.
Atap ruang kelas 3 SD Negeri Lebak, Desa Lebak, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, ambruk pada Senin (2/6/2025) pukul 11.30.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sebab, saat peristiwa terjadi, seluruh siswa sudah pulang usai mengikuti asesmen.
Kepala SDN Lebak, Uswatun Khasanah, menuturkan dirinya nyaris menjadi korban jika saja tidak sedang berada di luar ruangan.
“Saya tadi sekitar setengah dua belas mau ambil motor. Saya masih di parkiran, tiba-tiba atap kelas ambruk,” kata Uswatun.
Uswatun menambahkan, sejak 5-6 tahun lalu kondisi ruang kelas 3 memang sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
“Saya memang baru geser jadi kepala sekolah mulai hari ini (Senin, Red) jadi belum tahu secara keseluruhan. Tapi menurut keterangan beberapa guru, awalnya ruang kelas ini hanya bocor dan dinding retak. Sejak awal tahun ini makin parah, dan akhirnya roboh,” ujarnya.
Menurutnya, ruang kelas 3 itu sudah lama tidak digunakan untuk belajar-mengajar. Siswa kelas 3 sudah dipindah ke perpustakaan.
“Perpustakaan ini baru, dan kelas 3 sudah pindah ke sana sekitar tiga tahun lalu,” ujarnya.
Terkait upaya perbaikan, Uswatun mengaku sudah empat kali mengajukan proposal perbaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Wonosobo. Terakhir, proposal diajukan pada Maret 2025.
“Kami berharap segera ada perbaikan, agar anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman,” harapnya.
Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Wonosobo, Hamdan bersama Ketua Komisi D Suwondo Yudistiro dan anggota dewan langsung meninjau lokasi.
Hamdan menekankan pentingnya validasi data kondisi sekolah di Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Seringkali ada data yang tidak sinkron. Sekolah kelihatan baik di data, padahal rusak parah,” kata Hamdan.
Ia meminta sekolah-sekolah proaktif memperbarui data di Dapodik, agar dinas bisa memprioritaskan mana yang benar-benar butuh penanganan cepat.
Sementara itu, Ketua Komisi D, Suwondo Yudhistiro, menegaskan pihaknya akan mendorong pemerintah daerah segera menganggarkan perbaikan.
“Atap ruang kelas yang ambruk ini sudah menjadi perhatian utama. Kami akan rapat dengan dinas untuk memastikan penanganan cepat,” tegas Suwondo.
Suwondo juga menyoroti problem klasik di dunia pendidikan: alokasi anggaran 20 persen APBD yang ternyata tidak sepenuhnya menyasar pembangunan infrastruktur.
“Sebagian besar anggaran itu juga untuk belanja pegawai. Akhirnya, kebutuhan mendasar seperti perbaikan gedung sekolah sering terabaikan,” tandasnya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo