Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Syabilillah Meluruskan Asal Asul Ki Ageng Wonosobo  

Sigit Rahmanto • Senin, 2 Juni 2025 | 02:42 WIB

 

Sejumlah anggota laskar PWI melakukan konvoi dari Pendopo Kabupaten menuju Desa Plobangan, Sabtu (31/5/2025). 
Sejumlah anggota laskar PWI melakukan konvoi dari Pendopo Kabupaten menuju Desa Plobangan, Sabtu (31/5/2025). 

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo—Haul Akbar Ki Ageng Wonosobo telah digelar di Desa Plobangan, Kecamatan Selomerto dalam tiga hari.

Acara ini dihelat menjadi ajang konsolidasi spiritual dan budaya bagi masyarakat Wonosobo.

Perjuangan Walisongo Indonesia (PWI) Laskar Syabilillah Kabupaten Wonosobo yang menjadi motor acara ini menegaskan pentingnya konsistensi masyarakat dalam merawat jagad dan jasa para leluhur.

Pengurus PWI Laskar Syabilillah Wonosobo Arga Balarama menyampaikan, haul ini merupakan gerakan moral untuk mengingat kembali perjuangan tokoh-tokoh besar yang telah mewarnai perjalanan sejarah bangsa. 

“Haul ini digelar sejak Kamis hingga Sabtu sebagai bentuk konsistensi masyarakat asli Wonosobo untuk terus nguri-uri jasa para leluhur, dari struktur ketatanegaraan, budaya, hingga agama,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Sabtu (31/5/2025). 

Menurut Arga, semangat merawat warisan leluhur tersebut diakulturasikan dalam bingkai Islam Nusantara.

“Inilah wajah Islam yang membumi di nusantara. Haul ini bukan sekadar ritual, tapi juga bentuk tanggung jawab moral merawat harmoni jagad,” jelasnya.

Gus Imaduddin al Bantani yang hadir sebagai pengisi acara di Desa Plobangan turut menekankan pentingnya meluruskan sejarah.

Menurutnya, banyak klaim sejarah yang keliru terkait asal-usul Ki Ageng Wonosobo.

“Ada yang bilang Ki Ageng Wonosobo dari Yaman. Itu keliru. Berdasarkan silsilah, beliau adalah keturunan Bondan Kejawen bin Kertabumi Raja Majapahit. Beliau asli Jawa,” tegas Gus Imaduddin.

Ia menambahkan, PWI Laskar Syabilillah memiliki komitmen kuat untuk meneliti dan meluruskan sejarah yang telanjur bias.

“Kami tidak asal klaim. Kami teliti dulu, berkoordinasi dengan RT, RW, kades, dan aparat. Kalau terbukti keliru, maka harus diluruskan agar anak cucu kita tidak dibebani sejarah palsu,” tandasnya.

Ia menambahkan, PWI LS saat ini telah memiliki jaringan organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa di beberapa kabupaten di Jawa.

“Di Brebes, kami sudah masuk desa. Semoga di Wonosobo juga segera terbentuk lengkap,” ujarnya.

Haul ini, Gus Imaduddin, menjadi pengingat bagi generasi muda Wonosobo untuk terus merawat nilai-nilai kearifan lokal dan tidak melupakan jasa para leluhur.

“Inilah warisan sesungguhnya: merawat jagad, memuliakan jasa para leluhur, dan menanamkan cinta tanah air,” pungkasnya. (git/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#wonosobo #sejarah #haul