RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Persoalan penyakit tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Wonosobo. Tahun ini, estimasi kasus TBC mencapai 2.411, dengan 415 kasus di antaranya sudah ditemukan dan ditangani hingga Maret 2025.
Hal ini menjadi sorotan Sekretaris Daerah Wonosobo, One Andang Wardoyo dalam penyaluran zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Wonosobo di Aula Puskesmas Kepil 1, Rabu (28/5/2025).
Sekda menegaskan, penanggulangan TBC bukan hanya tugas Dinas Kesehatan semata. Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat strategi deteksi dini dan upaya penanganan yang terintegrasi.
“Penanggulangan TBC ini tanggung jawab kita bersama. Dengan kolaborasi, deteksi dini bisa dilakukan secara masif dan terintegrasi,” tegasnya.
Penyaluran zakat menjadi salah satu upaya konkret untuk mendukung pembangunan kesehatan di Wonosobo.
Baznas Kabupaten Wonosobo menyalurkan zakat melalui Program Wonosobo Sehat dan Baznas Tanggap Bencana, dengan total bantuan Rp 107,9 juta.
Ketua Baznas Kabupaten Wonosobo, H. Priyo Purwanto, menjelaskan pentasharufan kali ini secara khusus menyasar pasien TBC, korban bencana, dan warga yang membutuhkan hunian layak.
Dari total bantuan itu, Rp 40 juta digunakan untuk program bedah rumah bagi pasien TBC di Kecamatan Selomerto dan Kepil, serta Rp 10,8 juta untuk penyaluran sembako bagi 24 pasien TBC di enam puskesmas.
“Pentasharufan zakat ini bentuk komitmen kami untuk mengelola dana zakat secara amanah dan tepat sasaran. Kesehatan menjadi salah satu fokus utama, termasuk penanggulangan TBC,” ujar Priyo.
Baznas juga menyalurkan Rp 55,6 juta untuk program jambanisasi di Kecamatan Garung dan Mojotengah, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan.
Santunan duka untuk korban hanyut di Magelang yang merupakan warga Kepil juga diberikan sebagai bagian dari program Baznas Tanggap Bencana.
Andang berharap, kegiatan ini bisa menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat, khususnya para muzakki, agar lebih aktif menunaikan zakat untuk membantu menyelesaikan persoalan sosial, termasuk kesehatan.
“Mudah-mudahan penyaluran zakat ini bisa memberikan dampak langsung, khususnya bagi keluarga rentan, dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan,” pungkasnya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo