RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Viralnya patung biawak di Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, mendatangkan berkah bagi warga sekitar.
Salah satunya dirasakan Setyowati, pemilik warung makan yang mengaku omzetnya naik sejak patung itu ramai dikunjungi wisatawan.
Setyowati yang telah membuka warung sejak awal 2000-an itu mengaku tak menyangka jika antusiasme warga pada patung biawak di desanya bisa sebesar itu.
Setelah patung selesai dibangun menurutnya, banyak warga yang datang ke lokasi untuk melihat secara langsung.
"Sekarang setiap hari ramai terus Mas. Banyak warga yang datang, katanya penasaran dengan patung yang viral itu," terangnya saat ditemui wartawan Jawa Pos, Radar Magelang, Selasa (6/5/2025).
Dengan ramainya jumlah kunjungan wisata yang datang itu, ikut menjadi rezeki baginya.
Sebelum ada patung biawak, penghasilan sebulan dari warung makan berkisar Rp 1 juta.
Namun sejak patung biawak menjadi perbincangan jagat maya, pendapatannya melonjak drastis.
“Sekarang bisa sampai Rp 3 juta sebulan. Alhamdulillah, laris terus. Banyak yang datang, jajan di warung saya,” ujar perempuan paro baya itu sembari tersenyum haru.
Ia bahkan sempat viral karena mengucapkan rasa terima kasih sembari menangis untuk Rejo Arianto, pembuat patung biawak yang kini menjadi magnet wisata dadakan di desanya.
Sebab, melalui karyanya itu, banyak warga yang mampir untuk mewarisi dagangannya.
“Saya terima kasih sama Mas Arianto, yang buat patung ini jadi viral. Juga terima kasih untuk teman-teman Karangtaruna dan para pengunjung yang sudah datang meramaikan,” ucapnya.
Warung milik Setyowati yang dulu sepi pembeli, kini buka lebih awal dari biasanya.
Ia mulai melayani pelanggan sejak pukul 04.00 pagi hingga malam hari. Lonjakan pengunjung juga membuat warung-warung lain mulai bermunculan.
“Dulu cuma ada saya di sini. Sekarang ramai, bahkan ada ayam goreng Mas Rifan juga yang ikut kebagian rezeki,” imbuhnya.
Ia berharap, fenomena ini bisa terus berlanjut dan mendapat perhatian dari Pemkab Wonosobo.
Terutama soal fasilitas penunjang wisata yang masih minim di sekitar lokasi.
“Kalau hujan, pengunjung lari semua karena belum ada tempat berteduh.
Harapannya, Pak Bupati bisa bantu sediakan tenda atau tempat duduk untuk pengunjung,” pintanya.
Setyowati juga mengapresiasi peran Karangtaruna Desa Krasak yang aktif memfasilitasi tamu dan menjaga kebersihan lokasi.
“Biar ramai terus, yang belum datang semoga segera datang. Semoga rezeki ini terus berlanjut,” tutupnya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo