RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Penetapan keputusan atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2024 telah selesai digelar oleh DPRD Wonosobo. Namun, ada catatan kritis dari wakil rakyat.
Wakil Ketua DPRD Achmad Faqih yang memimpin sidang, Rabu (30/4/2025), menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Pemkab.
Meski capaian pembangunan 2024 dinilai cukup positif secara umum, Faqih menggarisbawahi adanya beberapa target program yang belum terealisasi maksimal dan masih menyisakan pekerjaan rumah.
“Ada persoalan yang perlu ditangani. Seperti bangunan liar di atas saluran sungai yang mengganggu sistem irigasi, lambannya proses perizinan usaha seperti homestay dan restoran. Serta belum optimalnya sektor pariwisata sebagai penopang PAD,” tegasnya.
Selain itu, Ia juga mendorong Pemkab lebih aktif menggandeng pemerintah provinsi maupun pusat untuk mengejar tambahan dukungan pendanaan.
“Tahun 2025 harus jadi momentum pembenahan, terutama pada infrastruktur jalan, pendidikan, dan sektor pariwisata. Tapi langkahnya harus lebih kreatif dan responsif,” ujarnya.
Senada dengan itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengakui bahwa pembahasan LKPJ kali ini juga difokuskan pada identifikasi permasalahan dan penajaman strategi pembangunan.
Ia menyebut LKPJ bukan sekadar laporan tahunan, melainkan bagian dari evaluasi menyeluruh untuk memperkuat arah kebijakan ke depan.
“LKPJ ini akan menjadi pijakan awal penyusunan RPJMD 2025–2029. Kita ingin memastikan pembangunan daerah benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat,” ungkap Afif.
Ia menjelaskan RPJMD Wonosobo akan mengusung visi besar menjadikan daerah ini sebagai pusat agrobisnis dan pariwisata terkemuka di Jawa Tengah.
Namun Afif menegaskan mimpi besar itu hanya bisa tercapai jika seluruh pemangku kepentingan bekerja secara kolaboratif dan fokus pada penyelesaian persoalan yang masih menghambat laju pembangunan.
“Kita butuh kemitraan yang lebih erat antara legislatif dan eksekutif untuk menjawab tantangan nyata di lapangan.
Terutama agar target-target yang belum tercapai di 2024 tidak terulang di tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo