RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Rencana pembangunan sekolah rakyat (SR) di Kabupaten Wonosobo masih menemui kendala. Terutama mengenai ketersediaan lahan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Wonosobo, One Andang Wardoyo, mengungkapkan meskipun Kecamatan Leksono sempat menjadi opsi utama karena memiliki lahan seluas lima hektare, namun status lahan tersebut sebagai sawah Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) membuatnya tidak bisa dialihfungsikan.
“Di Leksono memang ada lahan lima hektare, tapi statusnya LP2B. Itu tidak bisa digunakan untuk fungsi lain. Jadi kami harus cari alternatif lain, dan tidak mudah mencari lahan seluas itu,” ujar Andang belum lama ini.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo saat ini tengah menyiapkan beberapa opsi lokasi alternatif, meski belum ada yang memenuhi syarat lima hektare.
Di kawasan Taman Fatmawati, misalnya, lahan yang tersedia hanya sekitar dua hektare.
Lokasi lain seperti Kelurahan Jlamprang dan Temenggungan juga tengah dikaji.
“Kami sudah minta waktu kepada Pak Sekjen Kemensos untuk membahas ini di daerah.
Mudah-mudahan minggu depan bisa kami ajukan lokasi yang paling memungkinkan,” lanjutnya.
Rencana pembangunan sekolah rakyat ini merupakan program dari Kementerian Sosial yang menargetkan pelajar miskin dan berprestasi dari kelompok masyarakat dengan tingkat kemiskinan tertinggi (desil 1).
Sekolah akan berbentuk sekolah satu atap, dari SD hingga SMA/SMK, dengan konsep boarding school lengkap dengan asrama, sarana olahraga, dan fasilitas pendukung lainnya.
Total kapasitas 36 rombongan belajar (rombel) yang terdiri dari, SD 6 rombel, SMP 9 rombel, dan SMA/SMK 21 rombel.
Sekda Andang memastikan proses rekrutmen siswa harus bersih dan bebas titipan, serta guru-guru yang terlibat harus berkualitas dan siap mengajar.
“Yang penting nanti bukan hanya mendidik soal akademik, tapi juga attitude dan keterampilan.
Kita butuh anak-anak yang punya skill lebih di era sekarang,” tegas Andang.
Jika persoalan lahan belum juga terselesaikan, Wonosobo kemungkinan baru akan ikut pada tahap kedua pembangunan SR, mengingat tahap pertama dijadwalkan mulai menerima siswa pada Juli 2025 mendatang.
Pemkab Wonosobo berharap dukungan pusat tetap mengalir, sembari terus menyiapkan lahan yang sesuai agar anak-anak dari keluarga miskin di daerah ini tetap bisa mendapat akses pendidikan bermutu. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo