RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Kesadaran masyarakat dan aparatur pemerintah terhadap pentingnya perlindungan data pribadi masih rendah.
Dampak dari kebocoran data memunculkan banyak kasus penipuan digital.
“Transformasi digital memang menawarkan manfaat besar. Tapi di sisi lain, kasus pencurian data dan penipuan digital yang marak ini harus jadi alarm.
Kita semua harus sadar dan membangun budaya digital yang aman dan etis,” ungkap Sekretaris Daerah Wonosobo One Andang Wardoyo dalam acara Digital Leadership Forum 2025 dengan tema “Menggugah Kesadaran dan Kepedulian Perlindungan Data Pribadi” yang digelar Jumat (25/4/2025).
Acara diikuti 65 orang yang terdiri dari kepala perangkat daerah, camat, direktur BUMD, hingga kepala bagian.
Juga diikuti secara daring oleh kepala desa, kepala puskesmas, satuan pendidikan, lembaga swasta, hingga masyarakat umum.
“Data pribadi adalah hak. Kita harus jaga dan hormati. Pemkab Wonosobo berkomitmen menerapkan UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi, khususnya dalam pelayanan publik,” tambahnya.
Kepala Dinas Kominfo Wonosobo, Fahmi Hidayat, menambahkan forum ini dirancang sebagai wahana edukasi lintas sektor soal pentingnya perlindungan data.
“Tujuan kami memperkuat pemahaman terhadap regulasi dan meningkatkan kapasitas praktis. Dengan kolaborasi semua pihak, ekosistem digital yang aman bisa terwujud,” ujarnya.
Forum ini menghadirkan narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Salah satunya Dwi Kardono, Sandiman Ahli Madya dari Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pemda. Ia memaparkan berbagai aspek perlindungan data.
Mulai dari dasar hukum, strategi praktis, hingga pentingnya membangun budaya sadar keamanan informasi. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo