Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Dampak Efisiensi, Pemkab Wonosobo Hanya Garap 5 Paket Proyek Strategis, Salah Satunya Venue GOR Wonolelo

Sigit Rahmanto • Rabu, 23 April 2025 | 17:33 WIB
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Wonosobo, Nugroho Seto.
Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Wonosobo, Nugroho Seto.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo–Kebijakan efisiensi anggaran, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo kelimpungan dalam melanjutkan pembangunan.

Di tahun anggaran 2025 ini pemda hanya bisa menetapkan lima paket pengadaan barang dan jasa (PBJ) strategis.

Penetapan kelima proyek prioritas tersebut berdasarkan Rencana Umum Pengadaan (RUP) APBD Penetapan 2025, dengan nilai anggaran yang seluruhnya berada di atas Rp 200 juta.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Wonosobo, Nugroho Seto, menyebut efisiensi anggaran berdampak cukup signifikan.

“Khususnya pada kegiatan yang bersifat fisik. Banyak yang akhirnya harus dialihkan atau ditunda.

Sekarang tersisa sekitar 5 paket pembangunan strategis saja yang sedang diusahakan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magelang, belum lama ini.

Salah satu proyek yang masuk daftar strategis adalah pembangunan venue GOR Wonolelo tahap IV dengan anggaran Rp 1,8 miliar. Proyek ini dikelola oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga melalui dana alokasi umum (DAU).

Kemudian proyek dengan alokasi tertinggi tercatat pada kegiatan penguatan layanan unggulan KJSU-KIA di RSUD KRT Setjonegoro, dengan nilai Rp 5,59 miliar.

Dana tersebut bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) fisik dan BLUD, yang digunakan untuk renovasi dan rehabilitasi ruang layanan kesehatan.

Juga pengadaan alat kesehatan untuk rumah sakit yang sama juga masuk daftar strategis, dengan anggaran mencapai Rp 7,17 miliar.

Dana ini juga berasal dari DAK fisik dan ditujukan untuk memperkuat fasilitas pelayanan RSUD Setjonegoro.

Sementara untuk jalan, hanya ada dua proyek strategis. Yakni penanganan long segment Jengkol – Tlogo senilai Rp 4,02 miliar, serta peningkatan Jalan Tanjungsari – Marongsari Rp 3,1 miliar.

Kedua proyek tersebut berada di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), dengan sumber dana dari pendapatan asli daerah (PAD).

Sementara, dari sebagian besar proyek sebagian besar akan didominasi oleh kegiatan yang bersumber dari dana aspirasi DPRD dengan anggaran maksimal Rp 200 juta.

Sebanyak 40 paket kegiatan DPRD telah disiapkan untuk proyek pembangunan di tahun ini.

“Kita masih berharap dengan informasi terkait bantuan dari Provinsi Jawa Tengah yang kabarnya juga akan turun. Nantinya bisa jadi ada tambahan paket, terutama di sektor pekerjaan umum,” lanjut Nugroho.

Proyek strategis jumlahnya mengalami penurunan signifikan. Tahun 2024 pembangunan yang masuk dalam proyek strategis lebih dari Rp 100 miliar. 

Namun meski terbentur keterbatasan anggaran, Nugroho memastikan seluruh paket yang ditetapkan telah melalui proses usulan dan penyesuaian dari Pemkab Wonosobo. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#PEMKAB WONOSOBO #proyek strategis #efisiensi anggaran #pengadaan barang dan jasa