RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonosobo mengalami lonjakan pasien usai libur panjang Idul Fitri.
Peningkatan signifikan terjadi sejak layanan poliklinik kembali dibuka pasca-cuti bersama.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, dr Dedi Prasetya, mengungkapkan selama Ramadan, jumlah pasien justru mengalami penurunan. Namun, setelah Lebaran, grafiknya berubah drastis.
“Ramadan justru membuat masyarakat lebih sehat, tetapi setelah Lebaran, terjadi lonjakan pasien. Terutama penderita penyakit degeneratif,” ujar Dedi, Rabu (9/4/2025), dalam acara cek kesehatan gratis untuk jurnalis.
Dedi menjelaskan bahwa perubahan pola makan secara tiba-tiba selama hari raya menjadi salah satu pemicu meningkatnya kunjungan pasien.
Lonjakan pasien ini didominasi oleh penderita diabetes, pasca-stroke, dan penyakit jantung.
Diperkirakan, peningkatan jumlah pasien mencapai 10–15 persen dibandingkan periode sebelum Lebaran.
Tak hanya itu, kapasitas keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) juga ikut terdongkrak.
Jika selama Ramadan BOR berkisar di angka 60–65 persen, kini melonjak hingga 80 persen.
“Jumlah pasien sempat turun saat puasa, namun setelah Idul Fitri, begitu poliklinik dibuka, pasien langsung membludak,” jelas Dedi.
Pihak rumah sakit mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menjaga pola makan dan gaya hidup, terutama saat dan setelah perayaan hari besar.
“Perubahan pola makan yang drastis bisa berdampak serius bagi kesehatan, terutama bagi penderita penyakit kronis,” tandasnya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo