RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Festival Mudik 2025 yang dimeriahkan dengan penerbangan balon udara berlangsung semarak.
Sejak dibuka pada Selasa (1/4/2025), ratusan balon udara menghiasi langit Wonosobo hingga Minggu (6/4/2025). Acara ini menjadi bagian dari tradisi tahunan yang semakin tertib dan aman.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, melaporkan sejak hari pertama festival digelar ada ratusan balon yang telah mengudara di langit Wonosobo.
Warna-warni keunikan balon dengan gambar dan besarnya, ditambah ramainya para suporter dan pengunjung membuat setiap event gelaran balon menjadi meriah.
Ia mengingatkan agar penerbangan balon tetap mematuhi aturan. Setiap balon harus ditambatkan dengan minimal tiga tali yang kuat agar tidak membahayakan jalur penerbangan.
"Kita harus menjaga nama baik festival ini. Jangan ada oknum yang melanggar aturan dan mencoreng kebanggaan kita bersama," tegasnya.
Kesuksesan festival tahun ini juga ditandai dengan menurunnya jumlah laporan balon udara liar.
Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Sutarno, menyebut laporan penerbangan balon liar (PIREP) turun drastis. "Hingga 5 April 2025, hanya ada 21 laporan, jauh berkurang dari tahun lalu yang mencapai 56 laporan," ujarnya.
Menurutnya, jalur udara Wonosobo dan Pekalongan merupakan jalur sibuk yang dilintasi ribuan pesawat setiap hari. Balon liar berisiko mengganggu jalur ini dan membahayakan penerbangan. Oleh karena itu, regulasi harus terus ditegakkan.
Pemkab Wonosobo bersama AirNav, TNI, dan Polri terus melakukan sosialisasi agar tradisi tetap berjalan dengan aman. Tahun ini, pemerintah mencanangkan target zero penerbangan balon liar.
"Kami sadar masih ada pelanggaran, tapi tahun depan harus benar-benar tuntas," ujar Afif.
Sebagai langkah strategis, pemerintah akan memasukkan edukasi balon udara dalam kurikulum TK dan SD.
"Anak-anak sejak dini harus memahami cara menerbangkan balon dengan aman," tambahnya.
Festival juga diperluas ke tingkat kecamatan untuk mewadahi pegiat balon tradisional, sehingga mereka tidak perlu lagi menerbangkan balon liar.
Selain itu, festival ini diharapkan menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata lokal.
"Semoga festival ini bisa terus berkembang sebagai ajang pelestarian budaya dan penggerak ekonomi Wonosobo," tutup Bupati Afif. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo