RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Wonosobo menuai sorotan.
DPRD Wonosobo menilai langkah ini berdampak signifikan terhadap berbagai proyek pembangunan yang telah direncanakan sebelumnya.
Anggota Komisi A DPRD Wonosobo, Rizky Januar Pribadi, mengungkapkan kondisi keuangan daerah masih bergantung pada transfer pemerintah pusat.
Dengan pendapatan asli daerah (PAD) yang relatif kecil, Wonosobo harus melakukan penghematan di berbagai sektor.
"Efisiensi anggaran tentu menjadi perhatian utama. Terutama bagi daerah seperti Wonosobo yang memiliki PAD kecil dan masih sangat bergantung pada transfer pusat," ujar Rizky.
Dampaknya, beberapa proyek strategis seperti pembangunan jalan dan sekolah harus ditunda atau disesuaikan dengan anggaran yang ada.
Rizky menegaskan bahwa kebijakan ini menimbulkan dilema. Di satu sisi, efisiensi diperlukan untuk menjaga stabilitas keuangan daerah, tetapi di sisi lain, pembangunan bisa tersendat.
"Kondisi ini membuat kita harus berhemat di banyak aspek. Beberapa pos anggaran yang telah direncanakan kini harus dikaji ulang," jelasnya.
Menurutnya, saat ini pemerintah daerah tengah mencari solusi agar dampak dari efisiensi ini bisa diminimalisasi.
Evaluasi terus dilakukan untuk memastikan sektor-sektor vital tetap mendapatkan perhatian.
"Dalam dua minggu ke depan, diharapkan ada hasil konkret dari pembahasan yang sedang berlangsung. Namun, tidak bisa dipungkiri kondisi ini otomatis menghambat proses pembangunan," tandasnya.
Langkah efisiensi ini kini menjadi perhatian berbagai pihak, terutama masyarakat yang berharap pembangunan tetap berjalan sesuai rencana. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo