RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Pemerintah Kabupaten Wonosobo bersiap menghadapi serbuan wisatawan dalam Festival Balon Udara Tradisional 2025 yang akan digelar pada 1–6 April 2025.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo menyatakan telah berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk mengatasi potensi kepadatan.
Terutama di 16 titik lokasi festival dan area puncak acara di Alun-Alun Wonosobo pada 6 April 2025.
“Kami belajar dari tahun-tahun sebelumnya Festival Mudik selalu menyedot perhatian wisatawan. Termasuk perantau yang kembali ke kampung halaman.
Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan Polres Wonosobo, Kodim 0707, BPBD, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan untuk memastikan kelancaran akses serta keamanan pengunjung,” ujar Agus kemarin.
Pemkab telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas untuk menghindari kemacetan.
Terutama di kawasan Alun-alun Wonosobo dan lokasi-lokasi utama festival. Beberapa jalan di sekitar lokasi akan diberlakukan sistem buka-tutup.
Sementara kantong parkir tambahan telah disiapkan untuk menampung kendaraan pengunjung.
Pengamanan di titik-titik keramaian akan diperketat dengan menambah personel gabungan dari Polri, TNI, dan Satpol PP.
“Kami mengimbau pengunjung untuk mengikuti arahan petugas demi kenyamanan bersama,” tambah Agus.
Untuk mengakomodasi tingginya jumlah wisatawan, Pemkab juga telah menggandeng sektor perhotelan dan pelaku usaha kuliner.
Agus mengatakan, festival ini berdampak positif bagi ekonomi lokal, karena banyaknya wisatawan yang akan berburu penginapan serta mencicipi kuliner khas Wonosobo.
Digelar pula bazar kuliner dan produk ekonomi kreatif di sekitar lokasi acara. Pengunjung tidak hanya menikmati festival, tetapi juga dapat merasakan pengalaman wisata yang lebih lengkap.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, festival ini tetap mengikuti standar keselamatan dengan sistem tethered balloon (balon ditambatkan dengan tali) agar tidak mengganggu lalu lintas penerbangan.
Pemkab Wonosobo juga menggandeng AirNav Indonesia dan Otoritas Bandara untuk memastikan kelancaran pelaksanaan acara.
“Kami ingin festival ini tetap menjadi kebanggaan Wonosobo, tetapi juga aman bagi semua.
Maka, kami mengajak masyarakat dan pengunjung untuk mengikuti regulasi yang sudah ditetapkan,” tegas Agus. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo