RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Untuk menjaga stabilisasi harga di pasar, Pemkab Wonosobo mengadakan pasar murah.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Wonosobo Didiek Wibawanto berharap pasar murah ini tepat sasaran dan tercapai tujuannya.
Hal itu ditegaskan saat membuka acara Fasilitasi Pasar Murah 2025 dan MPP Berbagi, Rabu (19/3/2025) di Aula MPP.
Dikatakan Didiek Wibawanto, bagi mereka yang berpenghasilan cukup atau bahkan lebih, diharapkan tidak ikut membeli sembako di pasar murah.
Apalagi melakukan pembelian dalam jumlah banyak, agar tidak merugikan mereka yang berhak mendapatkan subsidi pasar murah.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UKM (Disdagkop UKM) Kabupaten Wonosobo Achmad Fathoni menjelaskan, pasar murah menjelang Idulfitri akan digelar di 13 kecamatan atau 92 kelurahan/desa.
Jumlah paketnya 9.410 yang ditujukan untuk masyarakat.
“Dengan kupon Rp 10.000 per paket sembako dari harga asli Rp 160.600 berisi 5 kg beras, 2 liter minyak goreng dan 1 kg gula pasir,”paparnya.
Selain pasar murah di 13 kecamatan, Mal Pelayanan Publik (MPP) juga menyediakan tempat untuk mengadakan Bazar Murah.
Bekerja sama dengan Rita, dan Pojok UMKM, dari tanggal 19-21 Maret 2025.
Kepala DPMPTSP Wonosobo, Retno Eko Syafariati menambahkan, MPP Berbagi sebagai rangkaian refleksi 1 tahun MPP.
Menyasar 3 desa dengan angka kemiskinannya cukup tinggi sekaligus sebagai desa binaan kami dan Disdagkop UKM.
Yakni Kelurahan Jaraksari, Desa Tlogojati dan Desa Slukatan.
“Total paket 355 dibagikan secara gratis hasil kerja sama 5 ritel dari Indomaret 185 paket, dari Alfamart 80 paket, Rita 50 paket, Trio 30 paket dan Alfamidi 10 paket.
Isi paket sembako dengan harga kisaran Rp 100.000 sebagai bentuk upaya kami dan CSR untuk sama-sama membantu mengentaskan kemiskinan,”paparnya.
Retno menambahkan, kegiatan ini merupakan langkah konkret mendukung masyarakat Wonosobo.
Serta menunjukkan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk mencapai pemerataan kesejahteraan. (lis)
Editor : Lis Retno Wibowo