Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Cegah Harga Kebutuhan Pokok Melonjak, TPID Wonosobo Pantau Pasar Tradisional

Lis Retno Wibowo • Selasa, 18 Maret 2025 | 22:50 WIB
TPID Kabupaten Wonosobo melakukan pemantauan harga di pasar tradisional. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri.
TPID Kabupaten Wonosobo melakukan pemantauan harga di pasar tradisional. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri.

WONOSOBO, Radar Magelang - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Wonosobo melakukan pemantauan intensif terhadap harga bahan pokok di tiga pasar utama. Yakni Pasar Induk, Pasar Kertek, dan Pasar Garung. 

Hasil pemantauan, meskipun ada kenaikan harga pada beberapa komoditas, ketersediaan barang tetap mencukupi.

Sedangkan harga masih berada dalam batas wajar. Seperti komuditas cabai.

"Pemantauan harga ini penting untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga. Terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan melakukan berbagai langkah. Termasuk pengecekan ketersediaan BBM dan LPG untuk memastikan masyarakat tidak menghadapi kesulitan," ujar Kepala Bagian Perekonomian Sekretaris Daerah Wonosobo Joko Widodo.

Diungkapkan berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Wonosobo, inflasi bulan Februari 2025 tercatat 0,12 persen.

Mengalami penurunan signifikan dibandingkan bulan Januari 1,28 persen.

Sementara, angka deflasi tercatat 0,62 persen menunjukkan kondisi ekonomi Wonosobo tetap terkendali.

Menurut Joko Widodo, salah satu faktor yang memengaruhi inflasi adalah harga bahan pokok, terutama yang bersumber dari produk hortikultura seperti cabai.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga dan menjaga kestabilan pasokan, Pemkab Wonosobo juga akan menggelar pasar murah (GPM) bekerja sama dengan dinas perdagangan, koperasi, dan UMKM.

Dengan GPM, diharapkan dapat menekan harga-harga komoditas yang mengalami lonjakan tajam, seperti cabai dan bahan pokok lainnya. 

Pemkab Wonosobo juga fokus kerja sama antardaerah untuk mengoptimalkan distribusi komoditas.

Terutama bahan pokok yang mengalami kekurangan di wilayah Wonosobo.

“Kerja sama dengan daerah penghasil komoditas hortikultura lainnya menjadi bagian dari upaya menjaga kestabilan harga di pasar,” ujarnya.

 Sementara itu, dalam menghadapi arus mudik dan libur Idul Fitri, Pemkab Wonosobo telah mempersiapkan berbagai langkah.

Seperti koordinasi lintas sektoral, pengamanan posko, serta rekayasa lalu lintas guna memastikan kenyamanan dan keamanan para pemudik dan wisatawan.

Tim medis juga siap memberikan pelayanan kesehatan untuk menjaga keselamatan warga dan pemudik selama periode liburan.

"Semua persiapan ini dilakukan untuk memastikan bahwa masyarakat Wonosobo dan para pemudik dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang, aman, dan nyaman," tegas Joko Widodo. (lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#lonjakan harga #wonosobo #tim pengendali inflasi daerah #inflasi #tpid #idul fitri #deflasi