Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Polisi Gagalkan Perang Sarung di Lapangan Selomerto Wonosobo, 31 Remaja Diamankan

Sigit Rahmanto • Senin, 10 Maret 2025 | 03:42 WIB

 

Sebanyak 31 remaja pelaku perang sarung diamankan Polres Wonosobo. Mereka menjalani pemeriksaan didampingi orang tua dan perangkat desa.   
Sebanyak 31 remaja pelaku perang sarung diamankan Polres Wonosobo. Mereka menjalani pemeriksaan didampingi orang tua dan perangkat desa.  

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Aksi perang sarung yang meresahkan warga kembali terjadi.

Kali ini, puluhan remaja terlibat dalam aksi tersebut di Kecamatan Selomerto, Wonosobo, Sabtu (8/3/2025) malam.

Polisi yang mendapat laporan langsung bergerak cepat dan mengamankan 31 anak beserta 18 sarung yang sudah dimodifikasi untuk dijadikan senjata.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Magelang menyebutkan, pembubaran aksi perang sarung ini bermula dari adanya kegaduhan di salah satu lapangan di Kecamatan Selomerto.

Saat itu, sekelompok remaja terlihat berkumpul dalam dua kelompok berhadapan, masing-masing membawa sarung yang diikat di ujungnya—ciri khas perang sarung yang sering terjadi setiap Ramadan.

Tak ingin kejadian ini berujung lebih jauh, warga pun melapor ke Polres Wonosobo.

Tak butuh waktu lama, tim patroli langsung meluncur ke lokasi sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat tiba di lokasi, benar saja puluhan remaja sudah bersiap ‘bertanding’.

Beberapa sudah mulai mengayunkan sarung ke arah lawan, sementara yang lain tampak bersorak-sorai menyemangati.

Petugas langsung membubarkan kerumunan dan mengejar para remaja yang berusaha kabur.

Hasilnya, 31 anak berhasil diamankan, sementara yang lain berhasil lolos.

Polisi juga menyita 18 sarung yang sudah dimodifikasi agar lebih keras saat digunakan untuk memukul.

Kasatreskrim Polres Wonosobo AKP Arif Kristiawan menegaskan, perang sarung bukan lagi sekadar permainan biasa.

Aksi ini bisa berujung bentrokan dan menimbulkan korban luka.

"Ini peringatan terakhir. Jika masih ada yang nekat melakukan perang sarung, kami akan bertindak lebih tegas sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

Seluruh anak yang diamankan langsung dibawa ke Mapolres Wonosobo untuk dimintai keterangan.

Proses pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan orang tua serta perangkat desa.

Polisi juga mengimbau para orang tua untuk lebih memperhatikan anak-anak mereka, terutama saat malam hari.

Pasalnya, perang sarung sering kali menjadi ajang unjuk kekuatan yang berpotensi memicu tawuran.

"Kami ingin Ramadan berjalan aman dan damai. Jangan sampai ibadah terganggu hanya karena aksi yang tidak bermanfaat seperti ini," tandasnya. (git/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#ramadan #wonosobo #Polres Wonosobo #Selomerto #perang sarung