RADARMAGELANG.ID, Wonosobo – Ramadan selalu menjadi momen berbagi. Tetapi di tengah kondisi ekonomi yang tak menentu, menemukan cara berbagi yang lebih berkelanjutan menjadi tantangan tersendiri.
Seperti yang dilakukan Alfamart. Mengadakan berbagi untuk sesama sekaligus menggerakkan ekonomi kecil melalui program Warteg Gratis.
Corporate Communication General Manager Alfamart, Rani Wijaya menjelaskan sebanyak 54.000 paket berbuka puasa disiapkan untuk disalurkan selama Ramadan 2025 di 36 kota dan kabupaten. Termasuk di Wonosobo. Yang menarik, makanan berbuka ini tidak berasal dari dapur besar atau katering eksklusif.
"Justru distributor dari program ini adalah warung-warung makan kecil yang setiap harinya berjuang melayani pelanggan dengan harga terjangkau," terangnya Selasa (4/3/2025).
Di Wonosobo, program ini diadakan di Warung Bobor Mbok Pawit, yang berlokasi di Jalan Perjuangan 45. Setiap hari selama Ramadan, warung ini menyediakan 50 paket berbuka puasa gratis untuk kaum duafa.
Program ini berlangsung penuh selama 30 hari, memastikan lebih banyak masyarakat yang terbantu.
Program ini dikelola oleh Alfamart dengan dukungan WINGS Group dan Bank Aladin Syariah, dan bukan sekadar aksi donasi biasa.
Berbeda dengan program berbagi lainnya yang hanya berfokus pada penerima manfaat, Warteg Gratis juga menjadi angin segar bagi pemilik usaha kecil. Terutama warteg yang kerap menjadi pilihan makan sehari-hari masyarakat kelas menengah ke bawah.
Lukas, pemilik Warung Makan Mbok Pawit Wonosobo mengaku awalnya ragu ketika ditawari untuk menjadi bagian dari Warteg Gratis. Namun, setelah berjalan, ia merasakan manfaatnya secara langsung.
"Biasanya kalau ada program bagi-bagi makanan, warung kecil seperti kami malah sepi karena orang dapat makanan gratis dari tempat lain.
Tapi dengan program ini, justru warteg-warteg yang diberdayakan untuk memasak dan menyediakan makanan berbuka. Ini sangat membantu kami," ujarnya.
Menurutnya, program ini tak hanya meringankan beban kaum duafa, tetapi juga membuat warung tetap hidup.
"Kami bisa tetap jalan, ada pemasukan, dan di saat yang sama, bisa ikut berbagi ke orang-orang yang benar-benar butuh. Harapannya, kalau program ini terus ada, makin banyak warteg yang bisa ikut dan makin banyak orang terbantu," tambahnya.
Bagi penerima manfaat, keberadaan Warteg Gratis juga sangat berarti. Sriatun, seorang tukang rongsok mengaku program ini memberinya rasa lega selama Ramadan.
"Kadang saya ada uang buat beli makan, kadang tidak. Dengan adanya Warteg Gratis, saya dan teman-teman yang kurang mampu bisa berbuka tanpa harus bingung cari uang dulu. Ini berkah besar buat kami," katanya.
Konsep seperti ini menyoroti cara berbagi yang lebih berdampak. Tak sekadar memberi makan, tetapi juga memastikan ekonomi masyarakat kecil tetap bergerak. Bagi para pemilik warteg, Ramadan kali ini terasa berbeda. Mereka tak cuma menjual makanan, tetapi juga menjadi bagian dari rantai kebaikan yang lebih besar. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo