Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Pameran Tunggal Rekam Jejak Mata Hati : Merekam Sejarah Wonosobo di Mata Fotografer Agung Wiera

Lis Retno Wibowo • Sabtu, 1 Maret 2025 | 20:32 WIB
Fotografer Agung Wiera menunjukkan salah satu foto yang dipajang dalam pameran Rekam Jejak Mata Hati di Padepokan Esem Wonosobo.
Fotografer Agung Wiera menunjukkan salah satu foto yang dipajang dalam pameran Rekam Jejak Mata Hati di Padepokan Esem Wonosobo.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Fotografer kenamaan dari Wonosobo Agung Wiera menggelar pameran tunggal di Padepokan Seni Esem.

Pameran bertajuk Rekam Jejak Mata Hati ini berlangsung 22 Februari hingga 8 Maret 2025.  Menampilkan karya-karya fotonya.

Karya yang dipajang membawa pesan visual mengenai keindahan, cerita, dan perubahan yang terjadi di Wonosobo. Juga cerminan perjalanan kreatif yang  telah melintasi waktu, dengan karya-karyanya yang berkembang. Dari yang teknis menjadi karya yang lebih peka, penuh makna.

Agung Wiera mengenal fotografi pada 1981 ketika terlibat dalam  dokumentasi kemahasiswaan di STPMD Yogyakarta, hingga menapaki dunia komersial.

Kurator pameran Agus Wuryanto menyampaikan, ajang  ini merupakan pameran retrospektif.

Karya-karya yang dipamerkan mencakup perjalanan panjang Agung dari masa ke masa.

“Dari ribuan foto, kami memilih 30 foto terbaik yang mewakili beragam genre. Mulai dari fashion, landscape, jurnalistik, hingga street photography.

Pemilihan foto ini tidak hanya berdasarkan aspek teknis, tetapi juga pada cerita dan makna mendalam,” beber Agus Wuryanto yang juga seorang budayawan.

Lanjut Agus, dengan pencahayaan yang dramatis, komposisi yang matang, dan penggunaan warna yang penuh arti, setiap foto menggambarkan perjalanan Agung sebagai seorang fotografer, serta menunjukkan keindahan yang ditangkapnya.

"Fotografi bukan hanya soal teknik, tetapi bagaimana foto itu bisa berbicara dan menyampaikan perasaan," tambah Agus. 

Selain menampilkan karya-karya terbaik, pameran ini juga bertujuan menginspirasi generasi muda Wonosobo.

Khususnya para fotografer muda di komunitas Himpunan Penggemar Foto Wonosobo (HPPW). 

“HPPW yang kami dirikan bersama Agung Wiera dan Bambang Henky, bertujuan untuk mendorong para fotografer muda lebih kreatif, menggali potensi lokal, dan mengabadikan keindahan alam serta budaya yang ada di sekitar mereka,” terangnya.

Melalui pameran ini, pihaknya mengingatkan kepada para fotografer untuk tidak hanya menyimpan karyanya dalam format digital yang rentan hilang. Tetapi juga mengabadikannya dalam bentuk cetakan.

Sekretaris Daerah Wonosobo, One Andang Wardoyo saat membuka pameran, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Agung Wiera dalam mendokumentasikan kehidupan di Wonosobo.

"Fotografi bukan sekadar seni menangkap momen, tetapi juga cara merekam sejarah,"tandasnya.

Ia menambahkan foto-foto Agung akan menjadi dokumen berharga bagi generasi mendatang dalam memahami sejarah Wonosobo.

Terutama dalam melihat bagaimana daerah ini berkembang dari waktu ke waktu. (lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#Rekam Jejak Mata Hati #One Andang Wardoyo #Agus Wuryanto #budayawan #pameran fotografi #wonosobo #sekda wonosobo #padepokan esem #Agung Wiera