RADARMAGELANG.ID, Wonosobo- Muhammad Albar resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai pemimpin daerah periode 2021-2025 pada 20 Februari 2025 lalu.
Dalam momen terakhirnya menjadi pemimpin itu, ia menegaskan pentingnya kesinambungan pembangunan serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap bersinergi dengan pemimpin baru.
Albar menyoroti dinamika masyarakat yang semakin kritis dan matang dalam memahami pemerintahan.
Menurutnya, ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemimpin daerah agar mampu membangun komunikasi yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan warga.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan masyarakat dalam pembangunan sangat penting untuk mencapai hasil yang maksimal,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Ia juga menekankan bahwa pemimpin daerah tidak cukup hanya membuat kebijakan di balik meja, melainkan harus aktif turun ke lapangan untuk memahami langsung permasalahan yang dihadapi warga.
Mengenai masa depan Wonosobo, Albar mengakui masih banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam sektor ekonomi, infrastruktur, dan kesejahteraan sosial. Namun, ia optimistis bahwa pemimpin yang baru dapat membawa Wonosobo ke arah yang lebih baik.
“Saya percaya Afif Nurhidayat dan Amir Husein dapat menghadapi tantangan ke depan dengan baik dan melanjutkan pembangunan yang telah berjalan,” katanya.
Lebih jauh Albar mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan daerah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan.
Kolaborasi antara pemerintah, warga, dan sektor lain menjadi kunci utama kemajuan Wonosobo.
Di penghujung pernyataannya, ia mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Wonosobo atas dukungan yang telah diberikan selama empat tahun kepemimpinannya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan yang terjadi selama masa jabatannya.
“Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan selama ini. Semoga Wonosobo terus maju dengan semangat kebersamaan dan gotong royong,” ujarnya. (git/aro)
Editor : H. Arif Riyanto