RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Kabupaten Wonosobo memasuki babak baru kepemimpinan. Bupati terpilih Afif Nurhidayat dan wakilnya, Amir Husein, Kamis, 20 Februari 2025 dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto bersama ratusan kepala daerah se-Indonesia.
Ini akan menjadi periode kedua bagi Afif memimpin Wonosobo, sementara Amir Husein yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Wonosobo akan menjalani peran baru di eksekutif.
Pelantikan ini tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga awal dari agenda besar yang sudah disiapkan.
Afif dan Husein menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan daerah, dengan fokus utama penurunan angka kemiskinan.
Pada periode pertama kepemimpinannya, Afif berhasil mencatatkan prestasi dalam sektor kesehatan, khususnya dalam penurunan angka stunting.
Jika di awal masa jabatan prevalensi stunting masih di angka 28 persen, kini telah berhasil ditekan menjadi 10-15 persen.
"Tentu keberhasilan ini tak lepas dari berbagai program intervensi yang digencarkan Pemkab Wonosobo untuk mempercepat penurunan stunting itu, "katanya, belum lama ini.
Salah satunya adalah program Zero Jamban Helikopter, pemberian telur dan buah bagi anak imunisasi, hingga Sobo Hebat Sedulur Selawase, yang diluncurkan pada 2023.
Program berbasis gotong-royong ini melibatkan tenaga kesehatan, kader posyandu, serta partisipasi aktif masyarakat.
"Berkat kerja sama tersebut, angka stunting di Wonosobo turun lebih cepat dibandingkan target nasional. Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah pusat mengalokasikan dana insentif daerah (DID) sebesar Rp 13 miliar bagi Wonosobo," katanya.
Memasuki periode kedua, Afif -Husein menjadikan pengentasan kemiskinan sebagai prioritas utama.
Saat ini, Wonosobo masih berada di peringkat 33 daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Provinsi Jawa Tengah.
Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan di kabupaten ini berkisar 15-16 persen, dengan penyebab utama minimnya lapangan pekerjaan, rendahnya pendapatan masyarakat, serta terbatasnya infrastruktur di pedesaan.
Dalam berbagai kesempatan, Afif menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menekan angka kemiskinan.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mempercepat pengembangan sektor UMKM melalui akses permodalan yang lebih luas dan pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat.
"Kita berikan akses permodalan murah melalui lembaga perkreditan bagi para UMKM di Wonosobo hingga ratusan juta setiap tahun," lanjutnya.
Sektor pertanian dan pariwisata juga menjadi perhatian. Sebagai daerah dengan potensi agraris yang besar, Wonosobo akan diarahkan menuju pertanian modern yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Potensi wisata seperti Dieng dan wisata agro juga akan dimaksimalkan untuk meningkatkan pendapatan daerah dan membuka lebih banyak lapangan kerja.
"Dan ini sesuai visi yang tertuang di RPJMD 20 tahun Wonosobo, untuk mengembangkan sektor agribisnis dan pariwisata berkelanjutan," Katanya.
Selain itu, pembangunan infrastruktur akan digenjot untuk membuka akses ekonomi yang lebih luas, terutama di pedesaan.
Perbaikan jalan, dan penguatan jaringan internet menjadi agenda yang tidak bisa ditunda.
Di sisi lain, sistem bantuan sosial akan lebih diperketat agar benar-benar tepat sasaran dan mendorong masyarakat untuk lebih mandiri secara ekonomi.
Langkah strategis lainnya adalah peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.
Pendidikan vokasi akan diperkuat agar selaras dengan kebutuhan industri.
Sementara di bidang kesehatan, layanan bagi warga kurang mampu akan terus diperluas, memastikan akses kesehatan yang lebih merata di seluruh wilayah Wonosobo.
Dengan pengalaman yang mereka miliki, masyarakat menaruh harapan besar agar Afif dan Amir mampu membawa Wonosobo ke arah yang lebih baik.
Tak hanya mempertahankan keberhasilan yang sudah dicapai di periode pertama, tetapi juga mempercepat upaya pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (git/lis)
Misi Visi Bupati Wakil Bupati Afif-Husein
VISI
Mewujudkan Wonosobo Sejahtera, Adil, dan Makmur
MISI
* Peningkatan pembangunan sumber daya manusia yang produktif, berkualitas, dan berkepribadian dengan tersedianya akses pendidikan dan kesehatan.
* Revitalisasi infrastruktur dan pengelolaan sumber daya alam untuk pengembangan agrobisnis dan pariwisata.
* Eratkan persatuan untuk penguatan harmonisasi keberagaman.
* Siapkan peluang produktif untuk generasi penerus bangsa yang berdaya saing.
* Tumbuh dan kembangkan koperasi dan UMKM sebagai pilar ekonomi rakyat.
* Amankan dan pelihara kelestarian lingkungan hidup dan warisan budaya lokal.
* Sediakan akses pasar regional dan nasional untuk produk unggulan Kabupaten Wonosobo.
* Implementasikan tata kelola pemerintahan yang kompeten, akuntabel, dan terpercaya sebagai pengemban ampera (amanat penderitaan rakyat).
Editor : Lis Retno Wibowo