RADARMAGELANG.ID, Wonosobo—Kasus demam berdarah dengue (DBD) merebak di wilayah Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo.
Sepanjang November sampai Desember 2024, terdapat 14 warga terserang DBD.
Untuk itu, Senin (6/1/2024) lebih dari 400 fasilitas umum maupun rumah warga di Kelurahan Kepil disemprot insektisida melalui fogging.
Kegiatan ini melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Kelurahan Kepil, Kecamatan Kepil, Puskesmas Kepil 1, Polsek, Koramil, dan Relawan Penanggulangan Bencana (RPB).
Sejak pukul 07.00 pagi, tim menyisir rumah, sekolah, masjid, kantor, dan TPQ di Dusun Sumpet dan Dusun Kedawung untuk memastikan nyamuk dewasa yang menjadi vektor DBD dapat diberantas.
Lurah Kepil Heru Sunadi, menyampaikan fogging merupakan salah satu langkah penting dalam pencegahan DBD.
“Namun, masyarakat juga harus berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan. Penyemprotan ini hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara telur dan larva tetap perlu diberantas melalui kegiatan 3M plus,” jelasnya.
Heru juga mengajak warga untuk konsisten dalam gerakan 3M Plus.
Yaitu menutup tempat penampungan air, menguras bak mandi secara rutin, mendaur ulang barang bekas, dan menambah langkah pencegahan seperti memasang kelambu atau menggunakan obat nyamuk.
Kepedulian bersama ini menjadi kunci keberhasilan melawan DBD di wilayah Kepil.
"Kolaborasi antara pemerintah dan warga adalah senjata utama kita.
Dengan kerja sama ini, kita harapkan tidak ada lagi kasus DBD di masa mendatang," tutupnya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo