RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Libur panjang akhir tahun membawa lonjakan arus kendaraan di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Garung, Wonosobo.
Berdasarkan laporan petugas retribusi, jumlah kendaraan yang melintas mencapai 500 hingga 600 unit per jam. Terutama pada waktu-waktu tertentu.
“Kondisi ramai, lancar, dan terkendali dengan kapasitas kendaraan sekitar 500 sampai 600 per jam,” ujar petugas retribusi Dwi Aji Prasetyo, Kamis (26/12/2024).
Arus kendaraan didominasi oleh mobil pribadi dengan mayoritas pengendara berasal dari Jogja, Purwokerto, Cilacap, dan Purbalingga.
Puncak kepadatan terjadi pukul 12.00 siang, seiring banyaknya wisatawan yang menuju kawasan Dieng untuk menikmati panorama matahari terbit.
“Pada sore hingga malam hari, arus kembali meningkat karena pengunjung mulai mempersiapkan perjalanan ke lokasi seperti Sikunir, Gunung Prau, dan Candi Arjuna,” jelas Dwi Aji.
Harga tiket masuk ke tiga destinasi wisata utama di Dieng—Gardu Pandang, Teater Dieng, dan Tuk Bimalukar—masih dipatok Rp15.000 per orang.
Namun, menurut Dwi Aji suasana liburan tahun ini terasa lebih sepi dibanding tahun sebelumnya, yang dipengaruhi oleh cuaca kurang mendukung.
“Kalau dibandingkan tahun kemarin, suasananya terlihat lebih sepi karena cuaca,” katanya.
Meski demikian, pada akhir pekan biasa, rata-rata kendaraan yang melintas mencapai 1.800 unit.
Angka itu diprediksi meningkat selama libur panjang, tergantung kondisi cuaca.
TPR Garung beroperasi selama 24 jam dengan pembagian dua sif, yaitu pukul 07.00-16.00 dan 16.00-07.00. Setiap sif dijaga oleh empat petugas, sehingga total ada delapan petugas yang berjaga di TPR ini.
“Kalau ada kendaraan yang belum membayar di Garung, pembayarannya dilakukan di kawasan Dieng sebagai bentuk pengecekan ulang,” ujar Dwi Aji.
Selain petugas di TPR Garung, kawasan Dieng juga dilayani oleh enam petugas tambahan untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan wisatawan. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo