RADARMAGELANG.ID, Wonosobo--Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kabupaten Wonosobo.
Dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap jumlah pelaku usaha, sektor ini terus mendapat perhatian pemerintah daerah untuk dikembangkan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Wonosobo Retno Eko Syafariyati mengungkapkan, mayoritas usaha di Wonosobo masih berskala mikro dan kecil.
Berdasarkan data Online Single Submission (OSS), tahun lalu tercatat lebih dari 13.000 Nomor Induk Berusaha (NIB), dengan sekitar 65 persen di antaranya adalah usaha mikro kecil.
“Kebanyakan UMKM di Wonosobo bergerak di sektor makanan, seperti industri keripik dan kerupuk. Ini menjadi salah satu ikon ekonomi daerah. Namun sebagian besar pelaku usaha belum berbadan hukum, sehingga sulit menjangkau pasar ekspor,” ujar Retno, Minggu (8/12/2024).
Retno menyebutkan contoh sukses PT Menara Pangan Indonesia, salah satu pelaku usaha dari Wonosobo yang berhasil mengekspor produk keripik ke Kanada.
“Ini membuktikan UMKM Wonosobo punya potensi besar. Namun, butuh dukungan pemerintah agar mereka bisa naik kelas dan bersaing di pasar global,” tambahnya.
Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar menilai UMKM merupakan ujung tombak perekonomian daerah.
Namun, ia mengakui bahwa sektor ini masih menghadapi banyak tantangan, seperti keterbatasan teknologi, kapasitas produksi, dan pemasaran.
“Permintaan produk unggulan seperti gula semut sangat tinggi, bahkan mencapai 4 ton per minggu dari Amerika. Tapi, alat produksi yang digunakan masih tradisional, dan jumlah tenaga kerja masih minim. Ini yang perlu segera ditingkatkan,” kata Albar. (git/aro)
Editor : Lis Retno Wibowo