Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Percepat Pengembangan Ekonomi Kreatif di Wonosobo Lewat Festival Creative Preneur

Sigit Rahmanto • Senin, 9 Desember 2024 | 03:28 WIB

 

 

Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar saat membuka Festival Creative Preneur di Gerbang Wisata Mendolo, Sabtu (7/12/2024).   
Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar saat membuka Festival Creative Preneur di Gerbang Wisata Mendolo, Sabtu (7/12/2024).  

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo—Festival Creative Preneur 2024 digelar Sabtu-Minggu (7-8/12/2024) di Gerbang Wisata Mendolo.

Acara ini menjadi upaya Pemkab Wonosobo dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Wonosobo Agus Wibowo mengatakan, festival ini adalah hasil gagasan bersama dengan komunitas ekonomi kreatif Wonosobo.

“Tujuannya untuk mempercepat pengembangan ekonomi kreatif di Wonosobo melalui pemanfaatan potensi sosial, ekonomi, budaya, dan alam," kata Agus.

Acara ini mengusung tema "Nyawang, Nyandang, Nyam Nyam." Selama festival, pengunjung dapat menikmati tiga kategori utama, yakni Nyawang untuk melihat atraksi seni pertunjukan, musik, fotografi, film, dan seni rupa; Nyandang untuk melihat workshop fashion dan kerajinan, serta Nyam Nyam yang menyediakan beragam sajian kuliner khas Wonosobo.

Sebanyak 22 komunitas kreatif yang menaungi hampir 300 pelaku ekonomi kreatif terlibat dalam acara ini.

Mereka berasal dari 10 subsektor, seperti kuliner, seni pertunjukan, fotografi, desain produk, hingga animasi.

Dikatakan, festival ini juga diharapkan menjadi ruang ekspresi, promosi, dan interaksi para pelaku kreatif.

"Semangat ini kami harap bisa menciptakan lebih banyak wirausaha baru, sejalan dengan potensi bonus demografi Indonesia," imbuhnya.

Agus menjelaskan Festival Creative Preneur merupakan bagian dari rantai pengembangan ekonomi kreatif tahap ketiga, yakni eksibisi atau ruang promosi.

Sebelumnya, pengembangan telah dimulai dari rantai pertama, yaitu tahap kreasi, hingga rantai kedua, tahap produksi.

Pada tahap kreasi, pemkab telah mengadakan pelatihan untuk meningkatkan kreativitas pelaku ekonomi kreatif.

Beberapa di antaranya, pelatihan inovasi kuliner, digital branding, desain fashion, hingga workshop film dan manajemen event.

Selanjutnya, pada tahap produksi, pemkab memfasilitasi hak kekayaan intelektual (HKI) gratis kepada 39 pelaku usaha, terdiri atas 34 hak merek dan 5 hak cipta.

Selain itu, program inkubasi bisnis diberikan kepada 30 kelompok seni pertunjukan untuk meningkatkan kompetensi mereka menjadi wirausaha.

"Kami ingin mendorong mereka naik kelas, menjadi pelaku usaha baru yang siap bersaing secara bisnis," ujar Agus.

Wonosobo sendiri telah ditetapkan sebagai Kabupaten Kreatif oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada 2021.

Saat ini, pemkab tengah mempersiapkan diri mengikuti seleksi Kabupaten Kreatif tingkat dunia oleh UNESCO.

Proses seleksi tersebut diperkirakan memakan waktu dua tahun.

"Kami terus melibatkan pelaku ekonomi kreatif untuk menambah indikator penilaian sesuai standar UNESCO," jelas Agus.

Festival ini juga diharapkan menjadi ruang ekspresi, promosi, dan interaksi para pelaku kreatif.

"Semangat ini kami harap bisa menciptakan lebih banyak wirausaha baru, sejalan dengan potensi bonus demografi Indonesia," imbuhnya.

Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar saat membuka acara mengatakan, Festival Creative Preneur ini diyakini menjadi salah satu pemantik tumbuhnya ekonomi kreatif di Wonosobo.

"Karena ini namanya festival, maka begitu banyak kita lihat berbagai macam produk yang dihasilkan oleh pengusaha lokal kita. Bahkan bukan hanya kuliner saja, ada teknologi juga fashion yang saya kira ini bagus untuk pertumbuhan UMKM di Wonosobo," terang Albar seusai meninjau berbagai stan dari panitia. (git/aro)

 

 

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar #Disparbud Kabupaten Wonosobo #PEMKAB WONOSOBO #agus wibowo #ekonomi kreatif #festival