RADARMAGELANG.ID, Wonosobo- Putusnya jembatan gantung stan melo di daerah perbatasan Kaliwiro-Wadaslintang beberapa lalu berdampak besar bagi dunia pendidikan.
Pasalnya, anak-anak di wilayah tersebut terpakat memanjat jembatan yang putus hanya agar tetap bisa bersekolah.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Tim dari BBWS telah melakukan survei untuk mencari solusi seperti apa sebaiknya penanganan di wilayah tersebut," jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto menanggapi kondisi terkini akibat putusnya jembatan gantung stan melo, Jumat (6/12/2024).
Jembatan yang menghubungkan Desa Kaliguwo, Kecamatan Kaliwiro, dan Desa Kalidadap, Kecamatan Wadaslintang saat ini rusak parah.
"Kita tahu Sungai Luk Ulo, sebagai aliran utama di wilayah tersebut, mengalami sedimentasi berat. Hal ini menyebabkan aliran sungai bergeser dan menghantam fondasi jembatan,"paparnya.
DPUPR belum langsung mengambil langkah mengingat curah hujan yang masih tinggi dengan perkiraan hingga Januari 2025.
Pihaknya akan melakukan pengamanan jembatan untuk meminimalisasi risiko kerusakan lebih lanjut.
"Jika segera kita amankan, risiko hanyutnya jembatan sangat tinggi," ujarnya.
Namun yang saat ini tengah dipikirkan adalah nasib anak-anak sekolah yang harus melewati jembatan putus tersebut.
Jembatan stan melo menjadi akses utama siswa dari Desa Kaliguwo dan sekitarnya menuju SMP 3 Wadaslintang.
Sementara bila mengambil rute lain jaraknya mencapai 30 km dari rumah sampai sekolah. "Sebenarnya kita sangat tidak merekomendasikan jembatan itu dilalui. Karena kondisi jembatannya tidak layak," ungkapnya.
Pihaknya tengah mencari solusi jangka pendek, terutama untuk menyelesaikan masalah pendidikan di wilayah tersebut.
"Ini masih wacana, kita masih menghitung, kira-kira memungkinkan tidak, jika pemerintah memfasilitasi kendaraan antar jemput anak sekolah sementara waktu. Sampai jembatan ini selesai," tandasnya.
Sebelumnya, jembatan gantung stan melo yang menghubungkan Desa Kaliguwo, Kecamatan Kaliwiro, dan Desa Kalidadap, Kecamatan Wadaslintang, putus akibat banjir besar pada Sabtu (24/11). (git/lis)