RADARMAGELANG.ID, Wonosobo--Warga Dusun Buluduwur dan Dusun Mempun, Desa Ngropoh, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo kembali beraktivitas normal setelah bencana puting beliung yang menerjang wilayah mereka pada Rabu (20/11/2024) sore.
Sebanyak 59 rumah terdampak angin kencang tersebut, dengan 11 rumah mengalami kerusakan berat.
Meski begitu, seluruh kerusakan berhasil ditangani dalam waktu singkat berkat gotong royong warga, aparat, dan relawan.
“Alhamdulillah, malam setelah kejadian kami langsung asesmen. Besoknya, Kamis, kami kerahkan warga, baik yang terdampak maupun tidak terdampak, untuk memperbaiki kerusakan bersama relawan, TNI, Polri, dan tim kecamatan,” ujar Camat Kepil Eko Premono saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Magelang, Sabtu (23/11/2024).
Menurut Eko, sebagian besar kerusakan terjadi pada atap rumah yang terlepas diterjang angin, serta kanopi yang beterbangan dan menimpa bangunan lain.
Tidak hanya rumah warga, fasilitas umum seperti Balai Desa, Puskesmas Pembantu (Pustu), dan SMP Negeri 5 Kepil juga terdampak, namun kini sudah kembali berfungsi.
Eko memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Berbagai kerusakan, termasuk rumah kepala desa yang mengalami kerusakan cukup parah, sudah selesai diperbaiki.
“Rumah yang paling parah juga sudah bisa ditempati lagi. Selain itu, pohon-pohon tumbang di Desa Ropoh dan Warangan sudah kami bersihkan,” jelasnya.
Eko menambahkan, gotong royong menjadi kunci utama dalam pemulihan ini.
Material perbaikan sebagian besar didapat dari warga setempat.
“Kita gunakan sistem undoh-usuk, siapa yang punya material langsung menyumbang. Kendala kemarin hanya pada genteng, karena harus sama jenisnya. Tapi semua bisa diatasi bersama,” terangnya.
Pemerintah juga turut andil dalam membantu meringankan beban warga.
Dinas Sosial, PMI, dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo menyalurkan bantuan logistik berupa sembako yang didistribusikan pada Kamis malam (21/11/2024).
Bantuan ini juga dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan konsumsi relawan selama proses perbaikan berlangsung.
“Konsumsinya juga gotong royong. Semangat solidaritas ini yang terus kami tumbuhkan,” tambah Eko.
Ke depan, pihak Kecamatan Kepil akan memperkuat langkah mitigasi.
Sosialisasi terkait antisipasi bencana telah dilakukan di beberapa desa, termasuk Desa Ropoh.
“Puting beliung di dataran tinggi seperti ini memang jarang terjadi. Biasanya hanya di lembah. Tapi kami terus mengingatkan warga untuk selalu waspada,” ujarnya.
Saat ini, seluruh warga terdampak sudah kembali beraktivitas seperti biasa. “Kami bersyukur semuanya sudah selesai. Semoga bencana seperti ini tidak terjadi lagi,” tutupnya. (git/aro)