RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Uji coba program makan siang bergizi gratis di Kabupaten Wonosobo diluncurkan, Jumat (8/11/2024) di SDN 10 Wonosobo.
Dalam uji coba pertama ini siswa mendapat satu boks menu bergizi berupa spageti, katsu ikan, brokoli krispi, dan buah pisang.
Makan siang gratis ini diberikan pada 1.911 anak di empat sekolah dasar (SD) di Wonosobo. Yakni SDN 2 Wonosobo (346 siswa), SDN Pagerkukuh (307 siswa), SDN 10 Wonosobo (629 siswa), dan MI Maarif Kliwonan (629 siswa).
Setiap satu paket nasi boks tersebut dihargai Rp 15.000. dalam program ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo mendapat alokasi anggaran Rp 750 juta dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Namun, di kick off pertama ini tidak tampak olahan lokal yang dikenalkan para siswa.
Merespon hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, menyebut pemilihan menu untuk menjaga antusiasme anak-anak. Menu yang disajikan diatur agar bervariasi dan tidak monoton.
Yunita menekankan bahwa variasi menu dirancang agar tidak ada pengulangan menu yang sama setiap minggu.
“Masing-masing kabupaten memiliki menu yang berbeda, ada yang tujuh atau sembilan variasi.
Ini agar anak-anak tidak bosan dan tetap semangat makan,” kata Yunita di sela peluncuran program uji coba pemberian makanan bergizi gratis di SDN 10 Wonosobo.
Menurutnya, salah satu menu yang dipilih untuk uji coba kali ini adalah spageti, meski berasal menu ini berasal dari negara lain, namun Yunita menjelaskan bahwa bahan-bahannya berasal dari sumber lokal.
Hal ini menunjukkan upaya diversifikasi pangan di Jawa Tengah yang tidak hanya bergantung pada nasi sebagai sumber karbohidrat.
“Anak-anak perlu mengenal berbagai jenis pangan. Seperti kentang, jagung, bahkan papeda di wilayah timur. Yang penting nilai gizinya terpenuhi,” tambahnya.
Menurutnya, dalam uji coba ini lebih spesifik dirancang untuk meningkatkan gizi anak usia sekolah serta mencegah stunting di wilayah dengan angka kemiskinan dan prevalensi stunting tinggi.
Program uji coba ini mencakup tiga kabupaten, yaitu Wonosobo, Brebes, dan Kebumen.
Pemilihan kabupaten ini didasarkan pada tingginya angka kemiskinan ekstrem serta prevalensi stunting.
“Tiga kabupaten ini dipilih karena angka kemiskinannya tinggi dan prevalensi stuntingnya juga signifikan,” jelas Yunita.
Setiap porsi makanan dalam program ini dihargai Rp 15.000, termasuk kemasan, dan didistribusikan melalui sistem e-blankon untuk memastikan standar keamanan dan sertifikasi sanitasi.
Uji organoleptik juga dilakukan oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan untuk memastikan makanan aman dikonsumsi oleh anak-anak.
Yunita mengungkapkan apresiasinya terhadap sambutan positif dari pemerintah daerah dan masyarakat Wonosobo.
Sementara itu, Plt Bupati Wonosobo Muhammad Albar mengatakan dengan uji coba ini, dipastikan Wonosobo akan lebih siap lagi saat program makan bergizi gratis benar-benar dijalankan.
Uji coba ini akan dilaksanakan selama 25 hari ke depan di empat sekolah tersebut. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo