Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Warganet Banjiri Postingan Wali Murid Ayu Sondakh Polisikan Guru SDN 1 Wonosobo Marsono, Ayu Tutup Akun Media Sosial Pribadinya

H. Arif Riyanto • Kamis, 31 Oktober 2024 | 16:04 WIB
Video jumpa pers usai mediasi antara Ayu Sondakh dan guru SDN 1 Wonosobo Marsono diposting di akun Instagram Humas Polres Wonosobo dibanjiri warganet.
Video jumpa pers usai mediasi antara Ayu Sondakh dan guru SDN 1 Wonosobo Marsono diposting di akun Instagram Humas Polres Wonosobo dibanjiri warganet.

RADARMAGELANG.ID—Kasus wali murid mempolisikan guru olahraga SD Negeri 1 Wonosobo dan berujung permintaan ganti rugi Rp 30 juta masih ramai di perbincangkan di media sosial.

Wali murid bernama Ayu Sondakh (AS) menjadi nama yang selalu dicari warganet di dunia maya.

Setiap ada postingan nama dia, selalu dibanjiri komentar miring.

Tak heran, jika wanita yang berprofesi sebagai master of ceremony (MC) cukup terkenal di Wonosobo ini pun terpaksa mem-privat akun Instagram dan Facebook-nya.

Ia tak mau menjadi bulan-bulanan netizen.

 “Saya mohon maaf, jika saya tidak menjawab satupun komen di media sosial saya. Saya juga menutup media sosial untuk meredam saja sebenarnya,” ujar Ayu saat jumpa pers usai mediasi di Mapolres Wonosobo, Selasa (29/10/2024).

Namun namanya warganet, tak kekurangan akal.

Mereka pun membanjiri akun Instagram, Facebook dan TikTok yang memposting kasus yang menghebohkan Wonosobo, bahkan Indonesia ini.

Seperti di akun Instagram Humas Polres Wonosobo.

Akun resmi Polres Wonosobo ini memposting video jumpa pers usai mediasi dengan caption “Polres Wonosobo memfasilitasi proses mediasi dan klarifikasi permasalahan yang sempat beredar viral di media sosial Wonosobo.
Permasalahan tersebut berakhir damai sesuai kesepakatan kedua belah pihak. Disebutkan juga dalam surat pernyataan tersebut bahwa tidak ada permintaan nominal seperti berita yang beredar.”

Sejak video jumpa pers itu diupload Selasa (29/10/2024), sudah ditonton 55.300 orang.

Ini menjadi konten tertinggi yang ditonton warganet dari 3.577 konten yang diposting di akun Instagram ini.

Bahkan sudah mendapatkan 1.251 like dan 999 komentar, serta 311 kali dibagikan.

Sebagian besar komentar menyayangkan tindakan Ayu Sondakh yang dinilai arogan.

Sebaliknya, banyak yang mendukung dan menyemangi guru olahraga SDN 1 Wonosobo Marsono atau akrab disapa Pak Son.

“GAK PUNYA MALU IBU INI YA ! SALAH YA KATAKAN SALAH JANGAN BANYAK PEMBELAAN ! BLACKLIST SAJA ANAKNYA DARI SELURUH SEKOLAH BIAR TAU RASA KAMU TUH !” tulis akun @shelendra_maharaga

 Baca Juga: Guru SDN 1 Wonosobo yang Dipolisikan Wali Murid Akhirnya Berdamai, Ayu Sondakh Bantah Ada Tuntutan Ganti Rugi Rp 30 Juta

“Pernah kerja bareng di radio th 2010 dulu cuma beda divisi, ya ampun ya Gusti knp sifat anda g pernah berubah dr dulu selalu atos dan g pernah asor skrg malah tambah menjadi-jadi.Ndang eling sumpah km jd manusia kenapa tambah tua malah tambah ora ilok mbanget sih. Inget umur nek iso ngenyang umur karo Gusti Allah ben dawa. Terlepas dari semua masalah ini semoga ndang cepet Taubat,” kata akun @yunnimarlina31

“Sebagai orang tua … pahami character anak sendiri dulu Bu,sebelum menyalahkan guru /orang lain,” cuitan akun @ati_wiranto.

“Pak soni saya saksi hidup njen guru yg sopan dan baik thd anak. Anak saya selalu didampingi secara baik selama sekolah disana. Malah anak saya mengidolakan pak son. Krn pak son dikenal anak saya baik. Anak saya saja terkejut g mungkin pak son spt itu sampai komen spt itu. Anak saya sudah kelas 2 sma saja bisa memberi komentar spt itu. Bapak saya kakak saya adik saya itu kerjanya nya sebagai guru. Jadi guru adalah profesi yg sangat luhur. Terimakasih guru. Terimakasih pak son,” kata akun @sariwarih.

“Kasian anaknya di sekolah bakal malu sama guru dan teman2nya ibu ????,” ucap akun @theolis10.

“Sangat sangat prihatin dengan kejadian itu. Dan intinya no viral no justice ????,” kata akun @mr.m.noryasin

 Baca Juga: Begini Perjalanan Kasus Guru SDN 1 Wonosobo Marsono yang Dipolisikan Orangtua Siswa hingga Berakhir Happy Ending

Tak hanya di akun Instagram Humas Polres Wonosobo, postingan mengenai Ayu Sondakh dibanjiri komen negatif juga di grup Facebook Seduluran Wong Wonosobo (SWW New).

Pada foto sudah diberi judul ‘Duta 70 juta Wonosobo Terkini’ dan ‘Ora memper (tak pantas)’.

Sementara di bawah foto Ayu yang menaiki moge ditulisi @ayoe sondakh, alamat fb Ayu.

Pada saat artikel ini dibuat sudah ada 450 komentar yang sebagian besar menanyakan kejadian sesungguhnya.

Sebagian besar lain berisi kecaman kepada tindakan Ayu yang melaporkan guru ke polisi.

Postingan tersebut di pos oleh RudieKjr pada Selasa siang, 29 Oktober 2024.

Rupanya warganet langsung mencecar Facebook pribadi Ayu. Bahkan FB-nya sampai menghilang dari pencarian.

Salah satu rekan sesama MC yang sering ‘ngejob’ (kerja bersama) Ayu, Ragil Saputra juga mengaku tidak tahu terlalu detail masalah ini.

Bahkan saat didesak saat ditanya posisi Ayu, Ragil juga menolak berkomentar dengan alasan tidak mau ikut campur urusan di luar pekerjaan.

Melalui Chanel Om Agiel di YouTube, Ragil mengungkapkan rasa senang karena sudah ada perdamaian antara Pak Son dan Ayu.

Selanjutnya penyiar Radio Purnama Sidi FM Wonosobo ini mengajak semua pihak mengambil hikmah dari peristiwa ini.

Pada konferensi pers penandatanganan kesepakatan damai, Pak Son menekankan supaya warganet lebih bijak dalam berkomentar.

“Mohon kalau ada yang komen atau upload di media yang bijak lah. Jangan saling memojokkan satu sama yang lain. Kami ingin hidup rukun dan damai,” pesan Pak Son yang lebih ditujukan kepada warganet.

Sementara Ayu juga sempat menyentil tentang komentar negatif warganet.

Sentilan itu dilontarkan di hadapan insan pers yang mengikuti secara langsung penandatanganan kesepakatan damai.

 “Meskipun bapak ibu bisa menulis di media saya, namun seandainya menjadi saya, saya yakin akan melakukan hal yang sama,” kata Ayu yang terlihat sembab seperti habis menangis.

Pada bagian kesepakatan damai, Pak Son mendapat tugas mengembalikan nama baik Ayu yang sudah mendapat banyak cibiran dari warganet.

“Untuk yang poin dua, pihak satu bersedia untuk mengklarifikasi berita yang berkembang secara liar di medsos sehingga bisa mengembalikan nama baik pihak kedua,” kata Pak Son saat membacakan kesepakatan.

Poin yang ditekankan adalah: Tidak ada nominal seperti yang sudah disebutkan poster yang beredar bukan poster resmi dari PGRI.

Dua poin di atas menjadi pembahasan utama saat warganet mengomentari Ayu, bahkan komentar di Instagram milik humas Polres Wonosobo.

Sampai Kamis, 31 Oktober 2024 pagi, Ayu belum membuka lagi media sosial pribadinya untuk umum, baik Facebook maupun Instagram. (*)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#perdamaian #Kabupaten Wonosobo #SDN 1 Wonosobo #wonosobo #master of ceremony #viral #Polres Wonosobo #siswa dianiaya #guru dipolisikan murid #mediasi #guru dipolisikan