RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Pelaksanaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap IV kembali dimulai.
Kali ini, program tersebut menyasar Desa Jojogan, Parikesit dan Patakbanteng, Kecamatan Kejajar.
Program ini berhasil membuka akses jalan baru yang menghubungkan ketiga desa tersebut serta membantu pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH).
"Kali ini kami membangun jalan tembus sepanjang 750 meter dengan lebar 3,5 meter yang menghubungkan dua desa. Yakni Desa Jojogan dan Parikesit yang sebelumnya jalan setapak, sulit dilalui kendaraan.
Dulu orang lewat masih susah dan harus berjalan kaki, sekarang kendaraan mobil sudah bisa melintas di jalan tersebut," terang Komandan Kodim 0707 Wonosobo, Kapt Inf Helmy usai kunjungan program TMMD Sengkuyung, Rabu (2/10/2024).
Sedangkan pembangunan RTLH untuk warga Desa Jojogan yang hidup dalam kondisi memprihatinkan.
Rumah yang sebelumnya hanya berlantai tanah dan berdinding material seadanya, kini dibangun agar lebih layak.
Pelaksana tugas Bupati Wonosobo, Muhammad Albar, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan TMMD ini.
"Dulu jalan antardesa ini hanya setapak, setelah TMMD membuka akses jalan lebar, kini mobil pun bisa melintas. Warga pun dengan ikhlas menghibahkan tanah mereka untuk kepentingan pembangunan ini," ungkapnya.
Menurutnya dengan dibangunnya jalan ini membuka akses warga Desa Jojogan dan Parikesit.
Terlebih selama ini hanya ada satu makam di Desa Jojogan yang digunakan untuk tiga didesa di sekitarnya.
Sehingga dengan pembukaan jalan ini tidak hanya memudahkan akses menuju makam, tetapi juga meningkatkan mobilitas ekonomi masyarakat.
"Wilayah Kejajar yang dikenal dengan hasil pertaniannya kini memiliki akses jalan yang lebih representatif.
Memudahkan distribusi hasil pertanian dari desa ke desa. Akses yang lebih baik ini akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat," tambah Albar. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo