RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Truk bermuatan hebel atau bata putih terguling di jalan sempit Desa Candi, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, Senin (9/9/2024) sore. Muatan bata hebel seberat 33 ton hancur berantakan.
Truk yang dikemudikan Novit Supriyadi terguling dua kali setelah salah satu roda belakangnya keluar dari badan jalan, tepat di sebuah tikungan tajam.
Novit, sang sopir, menceritakan kronologi kecelakaan tersebut. Awalnya, ia meluncur dari arah Sawangan menuju Desa Tracap Kaliwiro.
Saat sampai di tikungan Desa Candi, berpapasan dengan mobil dari arah berlawanan.
"Mobil tersebut tidak mau berhenti atau memberikan ruang. Saya terpaksa mengambil jalur lebih ke tepi.
Karena jalan sempit, ban belakang truk keluar dari aspal dan terperosok ke bahu jalan dan masuk ke jurang," ungkapnya saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Selasa (10/9/2024).
Novit mengaku tak sempat keluar dari mobil hingga ikut terguling dua kali bersama kendaraannya. Untunglah ia dan kernetnya selamat tanpa cedera serius.
"Saat truk terguling, rasanya seperti dikocok-kocok di dalam kabin. Alhamdulillah, kami berdua selamat, hanya luka kecil saja. Kondisi saya dan kernet baik-baik saja, tidak ada luka berat," lanjutnya.
Proses evakuasi berlangsung lama karena medan yang sulit dan kendaraan berada di dalam jurang 8 meter.
Menurut Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Wonosobo, Ipda Agista Erik, evakuasi dimulai pukul 01.00 dini hari dan sempat istirahat sekitar pukul 05.00. Dilanjutkan Selasa pukul 08.00 hingga akhirnya berhasil dievakuasi baru pada pukul 13.00.
"Kami memulai evakuasi tengah malam karena harus menunggu kondisi jalan lebih sepi, mengingat jalur ini merupakan akses utama warga setempat.
Kita sempat hentikan sementara agar ada aktivitas warga dan anak sekolah di pagi hari tidak terganggu," jelas Ipda Agista.
Proses evakuasi melibatkan dua alat berat, namun kendala yang dihadapi adalah ukuran jalan yang tidak mendukung akses kendaraan besar. Ipda Agista menyampaikan jalur tersebut dikenal rawan bagi kendaraan besar, terutama truk yang membawa muatan berat.
Berdasarkan catatan kepolisian, sudah dua kali truk besar terguling di jalur yang sama dalam beberapa bulan terakhir.
Jalan yang sempit dan medan yang berkelok-kelok menjadi salah satu faktor penyebab utama terjadinya kecelakaan di lokasi ini. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo