Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Inflasi di Wonosobo Terkendali, Bahkan Menurun Dibanding Bulan Sebelumnya

Sigit Rahmanto • Kamis, 5 September 2024 | 04:46 WIB
Kepala BPS Wonosobo Mustakim dan Sekda One Andang Wardoyo dalam rilis BPS mengenai inflasi, kemarin (2/9/2024).
Kepala BPS Wonosobo Mustakim dan Sekda One Andang Wardoyo dalam rilis BPS mengenai inflasi, kemarin (2/9/2024).

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Badan Pusat Statistik (BPS) Wonosobo mencatat inflasi year on year (y-on-y) di Kabupaten Wonosobo mencapai 1,28 persen pada Agustus 2024.

Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat 107,77, menandakan bahwa inflasi di Wonosobo masih terkendali dan mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BPS Wonosobo Mustakim, dalam rilis resmi Senin (2/9/2024) lalu di aula BPS, menyampaikan perkembangan harga berbagai komoditas pada Agustus 2024 menunjukkan penurunan secara umum. 

Dari hasil pemantauan BPS, tercatat inflasi y-on-y sebesar 1,28 persen.

Sementara itu, tingkat deflasi month to month (m-to-m) dan inflasi year to date (y-to-d) masing-masing berada di angka 0,17 persen dan 0,37 persen.

"Inflasi y-on-y ini disebabkan oleh kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 2,72 persen, pakaian dan alas kaki naik 0,9 persen.

Kesehatan naik 0,49 persen, transportasi naik 0,77 persen, rekreasi, olahraga, dan budaya naik 2,44 persen.

Pendidikan naik 0,04 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 0,08 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya naik 4,21 persen," jelasnya.

Namun, deflasi y-on-y terjadi pada beberapa kelompok pengeluaran. Seperti perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang turun 1,11 persen.

Perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun 0,58 persen, serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang turun 0,14 persen.

Sekretaris Daerah Wonosobo, One Andang Wardoyo, mengingatkan pentingnya data yang dirilis oleh BPS untuk dijadikan acuan bagi organisasi perangkat daerah (OPD) dalam membuat kebijakan.

"Data ini penting untuk memandu kita dalam mengambil keputusan agar lebih efektif ke depannya," tegasnya.

Andang mengapresiasi BPS yang rutin merilis data statistik berkualitas.

Menurutnya, BPS memiliki peran vital sebagai penyedia data yang menjadi rujukan untuk berbagai aspek pembangunan di Wonosobo.  (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#badan pusat statistik #bps #indeks harga konsumen #sekda one andang wardoyo #wonosobo #inflasi