RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Proyek pembangunan GOR Wonolelo menunjukkan progres paling rendah dibanding pembangunan infrastruktur lain di Wonosobo.
Memasuki minggu ke tiga Agustus 2024 ini, capaian pembangunan masih kurang dari 1 persen.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang PAUD, Pendidikan Masyarakat, Pemuda, dan Olahraga (PPMPO) Disdikpora Kabupaten Wonosobo, Seno saat dikonfirmasi baru-baru ini.
Diakui di antara 10 proyek strategis lainnya yang tengah dibangun tahun ini, capaian GOR Wonolelo paling rendah.
"Dapat kami laporkan bahwa untuk progres pembangunan sampai pada minggu ini mencapai 0,84 persen progresnya," terang Seno saat berbicara di hadapan Pendamping Proyek Strategis (PPS) pada 10 proyek strategis di Wonosobo pekan lalu.
Namun rendahnya angka capaian ini menurut dia, tidak sepenuhnya mencerminkan keseluruhan pekerjaan yang telah dilakukan di lapangan.
Ia menyebut jika kedatangan bahan material diperhitungkan, angkanya akan sedikit lebih baik, meskipun tetap jauh dari target yang diharapkan.
"Perlu dipahami bahwa angka 0,48 persen tersebut adalah progres pembangunan fisik murni. Tanpa menghitung kedatangan bahan material yang sudah tiba di lokasi," jelas Seno.
Kendala lain yang menjadi hambatan signifikan adalah ketergantungan barang yang dibutuhkan pada produk dari luar.
Ia mencontohkan soal corrugated concrete sheet piles (CCSP) yang tidak bisa dibuat di Wonosobo.
"CCSP ini sederhananya adalah bahan penyangga dari beton. Kita harus menunggu pesanan ini datang itu sampai satu bulan," tuturnya.
Karena alasan ini penundaan yang berkepanjangan dalam menyelesaikan CCSP menambah beban waktu bagi kontraktor dan memperlambat progres proyek secara keseluruhan.
Masalah lain yang turut memperlambat pembangunan adalah pemasangan atap baja yang ternyata memerlukan waktu lebih panjang dari perkiraan awal.
Pemasangan komponen penting ini tidak bisa dilakukan sembarangan karena memerlukan kehati-hatian tinggi.
Dan spesifikasi teknis yang ketat untuk memastikan keselamatan dan ketahanan struktur stadion.
"Kalau itu semua sudah dipasang, progres pembangunan itu pasti akan cepat naiknya," ucapnya.
Seperti diketahui, ada 10 proyek strategis 2024 yang tengah dibangun oleh Pemkab Wonosobo. Dengan estimasi nilai keseluruhan proyek tersebut mencapai Rp 43 miliar.
Pada tahun ini proyek pembangunan untuk stadion mendapat alokasi anggaran paling besar dari APBD.
Dengan nilai kontrak Rp 9,6 miliar yang rencananya akan digunakan untuk menambah daya dukung stadion.
Seperti pembuatan pagar dinding dan untuk menyempurnakan tribun VIP penonton.
Rendahnya capaian proyek stadion harusnya menjadi perhatian pemerintah kabupaten.
Sebab dari rencana awal tahap 1 tahun 2022 pekerjaan menyasar pengolahan lahan, lapangan sepak bola, jalan masuk ke stadion, dan dinding penahan tanah.
Sedangkan tahap 2 tahun 2023, meliputi pekerjaan tribun utama, ruang lobi dan VIP, ruang pelatih tim A dan B, ruang ganti dan toilet pemain, ruang medis, pers, dan wasit, ruang tiket, serta toilet penonton.
Namun sampai saat ini belum terlihat dengan jelas pembangunannya.
Saat wartawan Jawa Pos Radar Magelang mendatangi lokasi stadion yang berada di Wonolelo itu, pengerjaan tribun VIP saat ini seperti bangunan masih setengah jadi.
Jika capaian proyek pembangunan itu masih terus rendah, dikhawatirkan pembangunan stadion akan terus molor.
Padahal selesainya proyek ini sudah sangat ditunggu oleh masyarakat.
Sementara proyek yang lainnya seperti pembangunan jalan, gedung PIC 119 di Dinas Kesehatan, Gedung Produksi Kemasan di Disnakerintrans telah mengalami surplus pembangunan dari target yang direncanakan.
Pada minggu yang sama, rata-rata capaian progres itu telah mengalami surplus hingga 17 persen.
Sekda Wonosobo, One Andang Wardoyo mengapresiasi kinerja yang dilakukan oleh instansi yang mengawal proyek tersebut. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo