Gudang di Watumalang Wonosobo Ludes Diamuk Api, Tembakau Hangus, Rp 600 Juta Lenyap
Sigit Rahmanto• Selasa, 9 Juli 2024 | 04:40 WIB
Proses pemadaman api yang membakar gudang milik warga Desa Binangun, Watumalang, Wonosobo, Minggu (7/7/2024) malam.
RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Lupa mematikan kompor, gudang tembakau milik warga Desa Binangun Kecamatan Watumalang, Wonosobo ludes.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir hingga Rp 600 juta.
Pasalnya ratusan kilogram tembakau yang telah disimpan bertahun-tahun ikut terbakar.
Gudang tersebut milik Muhfadhon yang sehari-hari sebagai petani dan pengepul tembakau garangan.
"Gudang yang terbakar ini adalah tempat mbah Muhdhofan menyimpan ratusan kilo tembakau garangan miliknya. Setelah terbakar itu nyaris tidak ada yang tersisa," terang Pusat pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, Sabarno saat dikonfirmasi, Senin (8/7/2024).
Sabar mengungkapkan peristiwa apes itu terjadi pada Minggu (7/7/2024) malam pukul 18.00.
Bermula pada saat istri Muhdhofan menghangatkan masakan di dalam rumah gudangnya.
" Pada saat menghangatkan makanan itu, ia mendengar azan magrib," katanya.
Pemilik rumah bergegas menuju ke masjid untuk melaksanakan salat Magrib berjamaah.
Karena tergesa-gesa berangkat ke masjid, diduga lupa mematikan kompor yang sedang digunakan untuk menghangatkan makanan.
"Setelah pulang dari masjid, ia mendengar teriakan warga bahwa rumah gudangnya mengalami kebakaran," ungkapnya.
Api cepat membesar, asap mengepul memenuhi ruangan.
Warga sekitar berusaha membantu memadamkan api menggunakan alat seadanya serta melaporkan kebakaran ke petugas Pemadam Kebakaran Wonosobo.
Proses pemadaman dilakukan oleh masyarakat dibantu BPBD, TNI, Polri, relawan dan masyarakat sekitar.
Meski telah banyak yang terlibat dalam proses pemadaman itu, rumah sekaligus gudang milik Muhdhofan tidak bisa diselamatkan.
"Api berhasil padam setelah satu jam lebih. Rumah yang digunakan untuk menyimpan tembakau beserta obat pertanian ludes terbakar beserta isinya," lanjutnya.
Saat ini keluarga Muhdhofan mengungsi dengan tinggal di rumah anaknya. (git/lis)