Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Bangun Wisata Edukatif, Namun Tetap Jaga Kelestarian Lingkungan

Sigit Rahmanto • Kamis, 27 Juni 2024 | 00:37 WIB
Workshop dan Pelatihan Edukasi Wisata, Selasa (25/6/2024) kemarin. Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman bagi desa wisata.
Workshop dan Pelatihan Edukasi Wisata, Selasa (25/6/2024) kemarin. Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman bagi desa wisata.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Desa Igirmranak, Kecamatan Kejajar menunjukkan keseriusannya menjaga kelestarian kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu yang saat ini tengah rusak. 

Komitmen itu ditunjukkan dengan memulai prinsip pembangunan yang bekelanjutan dan berbasis alam serta kemasyarakatan.

Ketua Lembaga Samitra Lingkungan Wonosobo, M Bhayu Surya menjelaskankan saat ini isu berkaitan dengan rusaknya DAS Serayu telah menjadi bahan diskusi serius oleh pemerhati lingkungan.

Sebab kerusakan dari DAS itu menurutnya sudah lebih dari 80 persen.

"Kita harus melakukan upaya penyelamatan bersama. Salah satunya dengan merangkul desa-desa di kawasan hulu untuk memperbaiki ekosistem alam," katanya saat ditemui di Workshop dan Pelatihan Edukasi Wisata, Selasa (25/6/2024).

Untuk itu, pihaknya menggandeng Desa Igirmranak, Kecamatan Kejajar yang menjadi salah satu desa di kawasan hulu DAS Serayu.

”Sejak 2017, Desa Igirmranak sudah punya gagasan itu. Saat ini tinggal mengimplementasikan gagasan konsep wisata melalui beberapa pembangunan infrastruktur pendukung wisata,"imbuhnya.

Desa Igirmranak mukai menerapkan pola pertanian permanen agrikultur (Permakultur) yang memiliki prinsip dari alam kembali ke alam sudah memaksimalkan lokasi bengkok kades.

Pembangunan kandang domba Wonosobo (dombos) komunal membawa perubahan perilaku masyarakat dari pengembangan kambing disamping rumah dipindahkan ke satu lokasi komunal. 

"Pemerintah desa sudah membangun rumah produksi pupuk kotoran hewan domba. Sinergitas antara peternak dan pemerintah desa menjadi contoh baik untuk pengembangan konsep Permakultur," katanya.

Tak hanya itu, pemanfaatan ruang warung dan dapur umum untuk mengolah hasil pertanian permakultur sudah dibangun dengan estetik oleh pemerintah desa.

Dengan melihat seluruh proses tersebut menurutnya Desa Igirmranak telah layak untuk dijadikan sebagai desa wisata edukatif.

Yang memberikan pemahaman bagaimana ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan di kawasan tersebut.

"Workshop manajemen dan branding wisata edukasi ini diharapkan mampu memberikan pemahaman pelatihan bagi desa tersebut agar bisa lebih berkembang," terang William Apipidely MA dari Yayasan Satunama, Yogyakarta yang menjadi narasumber pada acara tersebut. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#kerusakan #hulu sungai #igirmranak #Dombos #DAS Serayu