Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Pemkab Tetap Prioritaskan Jalan Jembatan, Anggaran Terbatas, Pembangunan dan Perbaikan Bertahap

Sigit Rahmanto • Jumat, 10 Mei 2024 | 18:05 WIB
Petugas tengah memperbaiki jalan alternatif Kaliwiro-Wadaslintang via Desa Medono tahun 2023 lalu. Pemkab Wonosobo memprioritaskan pembangunan infrastruktur termasuk perbaikan jalan.
Petugas tengah memperbaiki jalan alternatif Kaliwiro-Wadaslintang via Desa Medono tahun 2023 lalu. Pemkab Wonosobo memprioritaskan pembangunan infrastruktur termasuk perbaikan jalan.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo –Terkait jalan rusak yang kerap diprotes warga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo memberikan penjelasan mengenai hal itu.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Wonosobo Nurudin Ardiyanto menyampaikan setiap tahun pemerintah melaksanakan program prioritas untuk pembangunan, peningkatan dan pemeliharaan jalan dan jembatan.

Yang diprioritaskan jalan-jalan strategis. Baik pembangunan baru, peningkatan maupun pemeliharaan jalan yang telah ada.

Namun demikian, belum semua ruas jalan bisa ditangani. Termasuk yang dikeluhkan masyarakat melalui pemasangan media luar ruang atau spanduk di ruas jalan Kalibeber-Jawar.

Untuk ruas jalan Kalibeber sebagai ruas jalan strategis dengan panjang ruas 2,021 km sebenarnya telah mendapat perhatian pendanaan untuk penanganan jalan.

“Tidak hanya pada APBD tahun 2024, pada 2022 dan 2023 telah ditangani sepanjang 1,2 km. Pada tahun ini pemerintah daerah melalui DPUPR telah merencanakan penanganan tuntas pada ruas jalan tersebut," katanya.

Menurutnya, tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Wonosobo masih berada di angka 65 persen.

Artinya 35 persen atau kurang lebih 350 km panjang jalan yang kondisinya rusak ringan dan rusak berat seperti di ruas Kalibeber-Jawar.

Diketahui, sepanjang tahun 2023 yang lalu, Pemerintah Kabupaten Wonosobo telah mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur Rp 236 miliar.

Dengan rincian Rp 160 miliar atau 67,74 persennya untuk penyelenggaraan jalan dan jembatan di Kabupaten Wonosobo.

Meski demikian, ruas jalan di Kabupaten Wonosobo mencapai hampir 1.000 km memerlukan penanganan secara bertahap.

Pada tahun 2024, infrastruktur menjadi perhatian pemerintah khususnya jalan. Tahun ini Pemkab menerima DAK dari pemerintah pusat Rp 28 miliar. 

Dana tersebut digunakan untuk pembangunan jalan dengan lokasi yang bertema pariwisata, sentra produksi pangan, dan konektifitas daerah.

"Di tahun 2024 tema pariwisata masih dilakukan di kawasan Menjer. Dengan menghubungkan jalan dari Kuripan sampai ke Kayugiyang dan Jengkol sampai Tlogo. Sementara untuk tema sentra produksi pangan yang tahun lalu di Kalikajar, tahun ini di Watumalang tepatnya di ruas Kejiwan-Kuripan, dan Leksono-Kuripan,"jelasnya.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Wonosobo, Afton Reza menjelaskan selain DAK, ada bantuan keuangan dari Pemrov Jateng Rp 52 miliar untuk pembangunan/perbaikan jalan di 26 paket kegiatan yang menyebar di seluruh kecamatan.

Dihubungi terpisah, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Wonosobo Wahyu Nugroho juga menjelaskan DPRD senantiasa mendukung upaya-upaya Pemkab Wonosobo untuk perbaikan dan pembangunan infrastruktur jalan.

Kondisi jalan rusak di Wonosobo memang banyak. Sementara pemda mengandalkan bantuan dari Pemerintah Pusat harus mengikuti kebijakan yang ditetapkan.

“Meski banyak tantangan, saya mengapresiasi keseriusan pemerintah daerah untuk menggarap infrastruktur. Tidak mungkin selesai semua dibangun dalam satu tahun, tapi mari bersama-sama diawasi agar ada progress perbaikan setiap tahun," pungkasnya. (git/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#insfrastruktur #Kepala DPUPR Kabupaten Wonosobo #Nurudin Ardiyanto #jalan dan jembatan