RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Arus mudik tahun ini menimbulkan pergerakan masyarakat yang tinggi.
Hal ini memunculkan potensi kerawanan. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat meminta untuk mengantisipasi kerawanan dengan sebaik-baiknya.
Karena dari survei Kementerian Perhubungan terjadi pergerakan masyarakat hingga 193,6 juta orang.
Jumlah tersebut meningkat 56,4 persen dibandingkan tahun lalu.
“Potensi kerawanan saat mudik di antaranya sumbatan di jalan raya, maka terapkan rekayasa lalu lintas secara terukur dan terkoordinasi. Selain itu potensi gangguan dan situasi kontijensi harus dipersiapkan secara matang,”ujarnya dalam apel operasi Ketupat Candi di Alun-alun Wonosobo, Kamis (4/4/2024) yang dihadiri Dandim 0707/Wonosobo, Letkol Inf Helmy dan Kapolres Wonosobo, AKBP Donny Sardo Lumbantoruan.
Bupati juga mengingatkan gangguan keamanan ketertiban masyarakat harus menjadi perhatian penting.
Baik pada rumah yang dtinggalkan mudik, jalur mudik maupun lokasi wisata dan pusat keramaian.
Pihaknya menegaskan sinergitas seluruh stakeholder merupakan kunci utama mengulangi keberhasilan pengamanan hari raya Idul Fitri tahun lalu.
Apel gabungan tersebut untuk persiapan arus mudik Lebaran. Operasi Ketupat Candi dilaksanakan selama 13 hari mulai tanggal 4 April hingga 16 April 2024.
Sebanyak 400 personel Polres Wonosobo bersama dengan Kodim, Dishub, Satpol PP akan menempati 4 titik pos pengamanan.
Di simpang tiga Dieng, Kertek, simpang tiga Taman Makam Pahlawan Wiropati, dan di Terminal Sawangan serta 1 pos pelayanan di Plaza.
Kapolres Wonosobo AKBP Donny mengatakan sebelumnya, operasi ini diawali dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).
Dilaksanakan sejak 28 Maret hingga 3 April 2024. Dan dilanjutkan pasca operasi mulai tanggal 17 hingga 23 April 2024. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo