RADARMAGELANG.ID, Wonosobo-Sempat tak bisa dilewati kendaraan, jalan alternatif Kaliwiro-Wadaslintang via Desa Medono saat ini kembali normal.
Timbunan longsor yang sempat menutup akses jalan telah dibersihkan.
Kepala BPBD Kabupaten Wonosobo Dudi Wardoyo menjelaskan, kondisi saat ini jalan alternatif yang menghubungkan dua kecamatan di bagian selatan Wonosobo itu sudah bisa dilewati kendaraan.
"Alhamdulillah berkat kerja sama yang baik antarlintas sektor, kita langsung bisa membersihkan material longsor yang sempat menutup badan jalan," terang Dudi kepada Jawa Pos Radar Magelang, Kamis (1/2/2024).
Ia menjelaskan, kejadian longsor itu bermula saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (31/1/2024) siang.
Pada pukul 20.30, relawan yang berada di Kecamatan Kaliwiro mendapat laporan adanya tanah longsor di jalan alternatif itu.
"Saat dicek, tebing setinggi 20 meter dan lebar 30 meter longsor dan menutup badan jalan,," ujarnya.
Para petugas dan relawan yang datang ke lokasi pascalongsor hanya mampu menyingkirkan pohon yang ikut roboh.
Sementara material tanah yang menutup badan jalan baru bisa diselesaikan, Kamis (1/2/2024) kemarin.
"Untuk membersihkan material longsor kita terjunkan satu alat berat dan satu mobil tangki air pemadam," katanya.
Tak sampai tiga jam, lokasi tersebut sudah bisa dilewati kendaraan. Baik roda dua maupun roda empat.
Dudi mengaku, jika wilayah Desa Medono merupakan daerah rawan bencana. Terutama karena sering terjadi tanah bergerak.
"Desa Medono Kaliwiro ini memang masuk daerah zona merah untuk bencana tanah bergerak. Daerah ini jadi salah satu prioritas yang musti kita perhatikan," tegasnya. (git/aro)
Editor : H. Arif Riyanto