RADARMAGELANG.ID, Wonosobo—Permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disalurkan ke sejumlah SPBU di Wonosobo meningkat. Bahkan karena kenaikan ini, sering terjadi antrean panjang di beberapa SPBU di Wonosobo.
Area Manager CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Brasto Galih Nugroho menjelaskan, adanya kenaikan ini terjadi karena libur panjang di perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru). Kenaikannya bahkan mencapai 10 persen dari rata-rata BBM yang disalurkan.
"Kenaikan ini kira-kira terjadi sejak 15 Desember 2023 lalu. Sekitar dua pekan lalu," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (27/12/2023).
Dari 10 SPBU yang tersebar di Wonosobo, permintaan tertinggi terjadi di SPBU Krasak Mojotengah dan di Kejajar, Kabupaten Wonosobo.
"Paling tinggi di SPBU Krasak dan Kejajar," ungkapnya saat dihubungi via telepon.
Menurutnya, permintaan konsumen khususnya di pom bensin Krasak, dikarenakan lokasi SPBU berada di ruas jalan utama, dan merupakan pom satu-satunya yang dapat ditemui dari alun-alun kota menuju ke arah Dieng.
Ia memaparkan, untuk BBM jenis gasoline atau bensin yang didistribusikan ke berbagai SPBU di Wonosobo, rata-rata penyalurannya hingga 256 kiloliter per hari. Sementara gasoil atau solar sebanyak 112 kiloliter per harinya.
"Proyeksi kenaikan permintaan 10 persen dari hari biasanya, dibandingkan rata-rata harian normal," kata Brasto Galih Nugroho.
Peningkatan permintaan hingga 10 persen tersebut diproyeksikan naik sejak 15 Desember 2023 - 7 Januari 2024. Menurut perhitungan, stok untuk gasoline yang didistribusikan sebanyak 281,6 kiloliter, dan gasoil 123,2 kiloliter setiap harinya.
Pendistribusian penambahan stok dua jenis BBM itu dilakukan di seluruh SPBU di Wonosobo. Termasuk di pom bensin Krasak dan Kejajar dengan harga masih sama. Ia memastikan, tidak ada kenaikan tarif selama Nataru kali ini.
"Tidak ada kenaikan. Kita pastikan harga masih sama seperti sebelumnya," ujarnya.
Adanya kenaikan ini, tak jarang kerap menimbulkan antrean panjang di beberapa SPBU. Namun antrean itu, menurutnya, belum sampai menimbulkan kemacetan di jalan raya.
Brasto menambahkan, untuk stok elpiji melon atau tabung 3 kg dipastikan aman, meski distribusi per harinya terpantau sampai puluhan ribu tabung.
"Rata-rata penyaluran elpiji 3 kg di Wonosobo selama Nataru sebanyak 50.600 tabung per harinya. Harganya juga masih sama, stoknya aman," imbuhnya.
Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar mengatakan, kesediaan stok BBM dan elpiji harus diperhatikan selama libur Nataru. Hal itu disampaikannya saat ditemui seusai mengikuti pantauan Pospam di alun-alun kota baru-baru ini.
"Stok BBM dan elpiji harus terus tersedia. Karena liburan begini biasanya permintaan meningkat," tandasnya. (git/aro)
Editor : H. Arif Riyanto