RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Intervensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Wonosobo terus digencarkan. Kali ini Pemkab Wonosobo memanggil empat kecamatan untuk bisa selesaikan persoalan stunting. Yakni Kalibawang, Kepil, Kalikajar dan Sapuran.
Rembuk stunting jilid 2 periode 3 ini melibatkan camat, kepala desa, lurah dan bidan desa. Hal ini, sebagai langkah konsolidasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa/kelurahan, di Pendopo Selatan kemarin.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengajak, semua yang terlibat dalam tim percepatan penurunan stunting untuk bekerja lebih keras, saling berkoordinasi, kolaborasi, koneksitas dan saling perkuat komitmen. Juga memperkuat kemitraan dan sinergitas antarseluruh pemangku kepentingan.
"Jangan sampai ada kasus stunting baru di kabupaten kita, untuk mewujudkan zero new stunting,” ungkap Afif.
Ditegaskan Afif, kinerja penurunan stunting Wonosobo selalu dipuji di level nasional karena mampu menurunkan hingga 5,4 persen, lebih tinggi daripada capaian tingkat nasional sebesar 2,8 persen.
“Bulan lalu, kita mendapatkan dana insentif daerah Rp 13 miliar bersama dengan 54 kabupaten/kota se-Indonesia lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TPPS Jaelan menjelaskan saat ini penurunan angka stunting di Wonosobo memang cukup konsisten. Karena kerja sama seluruh lintas sektor serta komitmen dalam mendukung program aksi percepatan penurunan stunting. Terutama para kades dan bidan desa yang langsung berperan penting.
“Rembug stunting kali ini lebih mengerucut lagi, dengan mengundang para pemangku kebijakan di bawah. Seperti kades, lurah, bidan dan kepala puskesmas. Periode ketiga dilaksanakan bersama 4 kecamatan yaitu Kalibawang, Kepil, Kalikajar dan Sapuran dibarengkan dengan launching program Sobo Hebat Sedulur Selawase,” jelas Jaelan. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo