RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Ratusan aparat gabungan menggelar apel siaga pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di halaman Mapolres Wonosobo, Kamis (24/8/2023). Pasalnya saat memasuki musim kemarau, rawan terjadi kebakaran hutan.
Kapolres Wonosobo AKBP Eko Novan Prasetyo Puspito menjelaskan apel siaga ini untuk memastikan seluruh tenaga siap diterjunkan disituasi darurat. Mulai dari pemerintah, kepolisian, kodim, BPBD, perhutani serta ratusan relawan.
"Data yang kami peroleh 63 persen wilayah di Indonesia ini terdampak El Nino. Dan saat ini kita tengah memasuki musim kering yang diprediksi akan terjadi cukup panjang," terang kapolres, Kamis (24/8).
Ia menyebut, kesiapsiagaan ini untuk segera membuat langkah antisipatif. Dengan membuat mitigasi daerah rawan kebakaran hutan dan lahan. Di Wonosobo menurutnya ada tiga titik gunung yang rawan terjadi kebakaran. Yakni Gunung Sindoro, Sumbing dan Prau yang masuk di cakupan KPH Kedu Utara.
"Kita sudah siapkan 500 personel gabungan untuk siap siaga untuk terus memantau perkembangan gunung itu," lanjutnya.
Sementara itu Wakil Bupati Wonosobo, Muhammad Albar telah mengimbau para pengelola pendakian dan ojek wisata agar tak bermain api. Demi menghindari potensi kebakaran lahan dan hutan.
“Pertemuan dengan para pengelola pendakian dan ojek wisata yang biasa beroperasi di kawasan lereng Gunung Sumbing ini merupakan salah satu ikhtiar agar tidak sampai terjadi lagi kebakaran lahan maupun hutan di kawasan lindung,” terangnya.
Menghindari kebakaran lahan dan hutan, disebutnya, juga demi menjaga agar keamanan permukiman di lereng Sumbing, serta kawasan pertanian dapat dijaga. (git/lis)