RADARMAGELANG.ID. Wonosobo - Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar menyampaikan keberadaan kampung keluarga berkualitas (KB) membantu kegiatan pemberdayaan masyarakat. Terutama dalam mewujudkan keluarga kecil bahagia.
“Melihat berbagai permasalahan, Kabupaten Wonosobo membutuhkan instrumen jitu guna mengakselerasi program pemberdayaan masyarakat, yang berdampak terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kampung KB menjadi salah satu tumpuan harapan kami,” ungkapnya saat pengkukuhan rintisan dan penguatan kapasitas kampung keluarga berkualitas, Kamis (10/8) di Pendopo Selatan.
Keberhasilan program ini, tambah wabup, dapat dilihat dari aspek pengendalian kuantitas dan peningkatan kualitas penduduk yang diukur dengan peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarganya. Kampung KB menjadi sektor pembangunan yang langsung menyentuh rakyat, sehingga tepat sasaran.
Kampung KB di Wonosobo dibentuk sejak 2017. Saat ini sudah terbentuk 37 kampung KB dan 10 kampung KB rintisan.
Sementara itu, Kepala DPPKBPPPA Wonosobo Dyah Retno Sulistyowati menjelaskan, dengan kampung KB mampu bergerak lebih cepat dalam meningkatkan kesadaran dan menegakkan kepedulian atas pentingnya kualitas hidup manusia.
Pada kesempatan tersebut dikukuhkan 10 rintisan kampung KB. Yakni Desa Sumberdalem, Desa Bogoran, Desa Kupangan, Desa Bumiroso, Desa Tlogo, Desa Ngadisono, Desa Besuki. Kemudian, Desa Kaliwuluh, Desa Selokromo dan Kelurahan Sambek.
Juga diberikan apresiasi pada 6 desa terbaik kinerja tata kelola kampung KB tahun 2023.Yatitu Desa Kalimendong, Desa Wonosari, Desa Candimulyo, Desa Surengede, Desa Bejiarum dan Desa Ngaliyan. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo