RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Jalan alternatif menuju Dieng melalui Kecamatan Garung dan melewati Telaga Menjer telah selesai diperbaiki. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Kabupaten Wonosobo akan bekerja sama dengan masyarakat untuk merawat jalan tersebut.
Konsultan Pengawas DPUPR Kabupaten Wonosobo Hariyanto mengatakan, pelaksanaan pengaspalan di ruas Jalan Rakai Garung, Kecamatan Garung membutuhkan waktu selama sembilan hari. Panjang ruas yang tertangani mulai dari sta 5.950 sampai sta akhir sepanjang 2.233 meter dengan lebar empat meter dan tebal 10 sentimeter. Pihaknya menggunakan dua jenis aspal, yakni aspal antara dan halus. Ruas jalan tersebut ditujukan untuk menunjang akses ke Telaga Menjer, Sky Land, dan jalan alternatif ke Dieng.
“Kemudian menjadi akses dari jalan provinsi di Kecamatan Kejajar menuju Curug Sikarim, Desa Sembungan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magelang, Selasa (25/7).
Pihaknya juga melakukan site meeting dengan warga untuk membahas kelanjutan pekerjaan non aspal. Karena pekerjaan ini dibagi dua, aspal dan non aspal. Pekerjaan aspal sudah selesai, dan akan melaksanakan pekerjaan non aspal. Yaitu, pekerjaan beton bahu jalan, pembersihan tanaman atau rumput di bahu jalan sepanjang ruas, karena ruas ini memiliki panjang 8.707 meter. Pihaknya akan memberikan marka tengah agar pengguna jalan bisa aman dan nyaman dalam menggunakan jalan tersebut.
“Kita melaksanakan site meeting di Balai Desa Kreo, Kecamatan Kejajar. Karena desa ini menjadi titik awal pelaksanaan overlay. Kita sampaikan ke warga bahwa proyek ini akan diselesaikan sampai akhir Oktober mendatang. Semoga bermanfaat untuk masyarakat luas,” harapnya.
Hariyanto juga berharap, warga merasa memiliki jalan tersebut. Sebab, ini adalah proyek yang dilaksanakan menggunakan anggaran dari, oleh, dan untuk warga. Jadi, apabila ada kerusakan sedikit, warga juga ikut memelihara. Biasanya, kalau ada kerusakan jalan, warga membiarkan. Jalan yang sudah bagus, rusak sedikit dibiarkan, ada saluran terhambat batuan, karena dibiarkan air meluap dan merusak badan jalan.
“Kami juga sangat berharap jalan ini bisa meningkatkan wisatawan di Wonosobo. Karena ini juga program hibah jalan daerah yang merupakan bagian dari KSPN Borobudur. Harapannya, akan semakin banyak wisatawan domestik maupun luar yang masuk ke sini. Sehingga bisa meningkatkan PAD Wonosobo,” katanya. (din/aro)