RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Peternak di Kabupaten Wonosobo diimbau untuk tidak mendatangkan ternak dari daerah-daerah yang endemik antraks.
Kepala Bidang (kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo Heri Prasetiya mengatakan, daerah endemik antraks antara lain, Boyolali, Salatiga, dan Gunung Kidung yang sekarang sedang ramai.
Kalau misalnya warga sudah membeli atau mendatangkan hewan ternak, dia meminta agar mengomunikasikan dengan petugas. Hal itu untuk melakukan pengecekan sehat dan tidaknya. Terutama, bagi peternak yang membeli di pasar, karena ada petugas yang berjaga untuk periksa di sana.
“Kalau ada yang sakit juga bisa langsung menghubungi petugas agar bisa mengantisipasi dari awal berbagai penyakit hewan ternak yang sedang berkembang, termasuk antraks,” katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Petugas peternakan wilayah kecamatan dari dinas pangan yang di lapangan memantau kejadian-kejadian penyakit yang ada di wilayah masing-masing. Salah satu kendalanya adalah jumlah petugas. Yakni hanya 7 orang, sementara di Wonosobo ada 15 kecamatan.
“Kita memang kekurangan personel, namun kita upayakan agar masyarakat untuk aktif berkoordinasi dengan kita,” jelasnya.
Dia mengimbau, apabila masyarakat menjumpai ternak yang sakit, segera menghubungi petugas. Dengan komunikasi yang baik, pihaknya akan mengupayakan segera menindaklanjuti. Dalam waktu dekat, pihaknya akan memantau ke lapangan. Karena melihat situasi perkembangan di luar daerah ada yang terpapar antraks.
Menurutnya, di Wonosobo banyak peternak yang langsung menghubungi dinas manakala ada ternak yang sakit. Sejauh ini di Wonosobo tidak ada hewan ternak yang terpapar wabah antraks. (din/lis)