Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyebut rakor sebagai upaya mengantisipasi berbagai kemungkinan yang timbul. Baik kendala maupun gangguan serta hal yang tidak diinginkan yang bisa terjadi saat Idul Fitri.
Berbagai masalah menurutnya akan terjadi saat memasuki momentum tahunan ini. Karena meningkatnya pengguna jalan, sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas, dan menimbulkan potensi kecelakaan. Selain itu peningkatan kebutuhan layanan transportasi dan infrastruktur, kebutuhan BBM dan gas. Juga peningkatan permintaan kebutuhan pokok masyarakat dan kecenderungan peningkatan harga.
Termasuk meningkatnya potensi gangguan ketenteraman dan ketertiban masyarakat, lokasi berpotensi rawan bencana.
Pada kesempatan itu Kapolres Wonosobo AKBP Eko Novan Prasetyopuspito menyampaikan kesiapan jajarannya terkait pengamanan dan pelayanan. Selain masalah lalu lintas, ada dua hal yang menjadi titik perhatian kepolisian. Yaitu antisipasi merebaknya petasan dan perang sarung yang marak terjadi. Pihaknya telah mengamankan 55 kg bahan pembuat petasan. Serta melakukan penindakan terhadap para pelaku perang sarung.
Sekda One Andang Wardoyo meminta kepada para camat berkoordinasi dengan semua elemen. "Biasanya kalau Lebaran itu banyak tamu. Saya minta pak camat berkoordinasi dengan semua elemen untuk memastikan bahwa tamu yang datang adalah yang baik. Pastikan kesehatannya, kejelasannya dan lain sebagainya. Jangan sampai kecolongan apalagi sampai membawa paham radikalisme", pungkasnya. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo